beritapresisi
politik dan pemerintahan

Puslitbang Polri Gelar FGD dan Penelitian Tingkat Kepercayaan Masyarakat di Polresta Mojokerto

Pusat Penelitian dan Pengembangan Polri melaksanakan kunjungan kerja di Polresta Mojokerto dalam rangka penelitian tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polri terutama fungsi opsnal di Aula Wira Pratama, Rabu (23/02/22).

Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto Himawan menyambut langsung kunjungan kerja dari tim Puslitbang Polri yang dipimpin Kombes Pol. Aziz Saputra didampingi Kabag Strajemen Polda Jatim AKBP Basori Bersama tim Puslitbang AKBP Ir. Dadang Sutrasno.

Mengawali sambutannya Kapolresta Mojokerto menyampaikan Kota Mojokerto ini adalah Kota Terkecil dari 10 Kota terkecil di wilayah Indonesia. Jumlah penduduk di kota mojokerto sekitar 141.000 namun intensitas kegiatan kegiatan masyarakat sangat padat serta dinamika permasalahan yang cukup Kompleks

“Secara faktual bahwa di wilayah Kota Mojokerto terdiri dari 3 Kecamatan, namun pelayanan publik hanya ada 2 Polsek dan kehidupan masyarakat mayoritas adalah bergerak di bidang jasa. Untuk 4 kecamatan di Wilayah Utara sungai ada 60% bermata pencarian pertanian, dan ada 40% bekerja sebagai buruh pabrik,” ujar AKBP Rofiq.

Kapolresta Mojokerto menggambarkan, secara historis Mojokerto Kota ini adalah pusat administrasi kegiatan perdagangan sejak era Majapahit. Kemudian dearah Gedeg itu ada titik-titik yang dulunya adalah pelabuhan kekuasaan Majapahit kalau dari sejarah itu juga berada di dunia maritimnya jadi Sungai Brantas yang menjadai ciri khas ekonomi

Sementara itu dari Ketua Tim Puslitbang Polri KOMBES POL Drs Asis Saputra mengatakan dalam kunjungan kerjanya meneruskan hasil dari Quisoner, untuk mencari responden dengan persyaratan yang begitu lengkap dan berharap mencari tahu tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri .

Melalui Sebaran Quisoner itu, nantinya  dihitung berdasarkan hitungan statistik. Dengan data kualitatif tersebut yang sudah diolah berdasarkan statistik di Fungsi Polri bidang Opsnal ( Binmas, Intel, Lantas, Reskrim, Reskoba).

“Untuk Fungsi Opsnal (Reskrim,Intel,Sabhara, dan Binmas) tidak perlu mendapatkan nilai tertinggi dalam IKM (Indeks Kepuasan Masyarakat), dalam Quesioner tidak perlu besar-besaran angka, jadi kami sangat tahu dengan instrument ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, kegiatan FGD (Focus Group Discussion) dipimpin dari tim Puslitbang Mabes Polri AKBP Dadang Sutrasno dengan wawancara langsung secara tatap muka bersama tokoh masyarakat, tokoh agama,komunitas perempuan, LSM, tenaga pendidik (Guru), perangkat kelurahan, juga menghadirkan tersangka tindak pidana penipuan dan penggelapan bersama keluarga tersangka, keluarga saksi, keluarga korban dan pengacara

“Terimakasih kepada Internal Polri yaitu anggota Polres Mojokerto Kota maupun dari eksternal yaitu dari masyarakat umum yang bersedia dan meluangkan waktu hadir dalam kegiatan ini,” pungkas Ketua Tim Puslitbang Mabes Polri KBP Asis Saputra.

Related posts

Kapolresta Mojokerto Anjangsana ke Anak Yatim Almarhum Anggota Polri

redaksi

Kapolri dan Panglima TNI Lakukan Pengecekan Vaksinasi Massal  di Bangkalan

redaksi

Kapolri Minta Seluruh Kapolda Maksimalkan PPKM Mikro dan Kawal Pemulihan Ekonomi

redaksi

Leave a Comment