Penulis: Nofri
Editor: Febyola Stefani

PEKANBARU, BERITA PRESISI -Ribuan warga Kecamatan Kulim menyerbu Halaman Kantor Camat Kulim sejak pagi hari ini, Kamis (8/10/2026), untuk mendapatkan sembako murah dalam Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Provinsi Riau bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini merupakan hari keempat dari rangkaian operasi pasar murah lima titik di Kota Pekanbaru periode 5-9 Oktober 2026. Sebelumnya pasar murah telah digelar di Halaman Kantor Lurah Tangkerang Labuai, Kecamatan Bukit Raya pada Senin (5/10), Halaman Kantor Lurah Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai Selasa (6/10), dan Halaman Kantor Kelurahan Rejosari, Kecamatan Tenayan Raya Rabu (7/10) kemarin. Rencananya Jumat (9/10) besok operasi pasar murah akan digelar di Halaman Kantor Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Provinsi Riau Tetty Nurdianti mengatakan, operasi pasar murah ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, memastikan ketersediaan barang, kelancaran distribusi, dan menekan inflasi daerah di tengah naiknya harga sembako di pasaran.
“Pada Kamis 8 Oktober di Halaman Kantor Camat Kulim dan Jumat 9 Oktober di Halaman Kantor Kelurahan Umban Sari, Kecamatan Rumbai. Kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan,” ujar Tetty.
Untuk harga yang disediakan Pemprov Riau hari ini jauh di bawah harga pasaran. Beras SPHP dijual Rp60.000 per 5 kilogram, beras premium Anak Daro dan Sokan Rp84.500 per 5 kilogram atau Rp169.000 per 10 kilogram. Gula pasir Rp18.000 per kilogram, minyak goreng kemasan Minyakita Rp15.500 per bungkus, garam Krista Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, dan telur ayam Rp49.000 per papan.
Tetty mengimbau masyarakat agar mengantre dengan tertib, membawa kantong belanja dari rumah guna mengurangi penggunaan plastik, serta memakai masker mengingat kualitas udara Pekanbaru yang masih kabur akibat kabut asap kiriman.
Pantauan di lapangan, antusiasme warga Kulim sangat tinggi. Sejak pukul 07.00 WIB warga sudah mengular antre. Beras SPHP sebanyak 2 ton yang disediakan dilaporkan ludes dalam waktu dua jam. Selisih harga dengan pasar tradisional mencapai Rp15.000 hingga Rp20.000 per kemasan menjadi daya tarik utama.
Salah seorang warga, Siti Aminah (45) warga Mentangor mengaku sangat terbantu. Ia rela datang pagi-pagi bersama anaknya demi mendapatkan beras murah. “Sangat membantu, kalau di pasar harganya sudah Rp75.00,0 disini cuma Rp. 60.000 katanya.
Nofri
Penulis: Nofri
Editor: Febyola Stefani
Sumber Foto: Biro Pekanbaru
Tidak ada komentar