Hotline News

Acara Doa Syukur Nasional yang diselenggarakan HAGAI di Lapangan Benteng, Jakarta dalam menyambut HUT ke-81 Republik Indonesia

waktu baca 2 menit

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Minggu, 16 Agu 2026 12:31 8

Jakarta, BeritaPresisi.com – Semangat kemerdekaan membara di Lapangan Benteng, Jakarta. Himpunan Warga Gereja Indonesia (HAGAI) melaksanakan Doa Syukur Nasional menyambut HUT RI ke – 81 yang mengambil tema “Indonesia di Hati Tuhan” pada Minggu (16/8/2026).

Pdt. Alma Shepard Supit, Ketua Umum PAKATUAN mengatakan penguatan sinergi dan soliditas dalam bingkai kebhinekaan merupakan kunci utama untuk menjaga keutuhan serta kemajuan bangsa Indonesia yang majemuk.

“​Strategi penguatan sinergi dan soliditas
​pendidikan komunikasi lintas budaya:antara lain mendorong dialog antarsuku, agama, dan budaya untuk meminimalkan prasangka dan memperkuat toleransi sejak dini.
​Gotong Royong Berbasis Komunitas: Melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang dalam kegiatan sosial, gotong royong” ujar Pdt Alma Shepard Supit.

Sementara James Taroreh menegaskan bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan buah dari doa, perjuangan, dan harapan seluruh rakyat. Untuk menjaga warisan tersebut, edukasi publik secara aktif menjadi benteng utama dalam menangkal berbagai ancaman disintegrasi bangsa.
“​Langkah kunci mengedukasi masyarakat dalam menjaga persatuan ​yaitu Pertama literasi media dan penangkalan hoaks, membekali masyarakat dengan keterampilan verifikasi informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoax) dan narasi kebencian di media sosial” kata James Taroreh.

Lanjutnya, yang kedua yaitu ​penolakan politik identitas: Mendorong wacana publik yang berfokus pada rekam jejak, gagasan, dan solusi nyata dibanding memanfaatkan isu suku, agama, dan ras (SARA) untuk kepentingan politik praktis.
“​Mengangkat kembali tradisi gotong royong dan ruang dialog antar-komunitas untuk merawat rasa persaudaraan sesama anak bangsa.
​Melibatkan figur publik, tokoh agama, serta generasi muda sebagai agen perubahan yang aktif menyebarkan pesan damai dan persatuan.
​Dengan menjadikan kemerdekaan sebagai nilai yang terus diperjuangkan, kesadaran kolektif masyarakat akan semakin kuat dalam menolak segala bentuk provokasi yang mengancam keutuhan NKRI,” ungkap James Taroreh.

Rangkaian acara dimulai dengan ibadah, lomba makan kerupuk dan lomba pindah sarung. Dan juga diakhiri doa syukur nasional di bawah tugu Pembebasan Papua yang dirangkai dengan pembacaan teks Pancasila, deklarasi Indonesia merdeka dan damai, doa syafaat oleh Pdt. Debbie Supit dan ucapan terima kasih oleh Pdt Imanuel Ebenhaezer Lubis. (Liber Simbolon)

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Jakarta

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA