Hotline News

Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) Gelar Munas III, MUKI Hadir sebagai Mitra Pemerintah Menuju Indonesia Emas

waktu baca 4 menit

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Kamis, 23 Jul 2026 06:16 14

 

JAKARTA — Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III yang berlangsung pada 22–23 Juli 2026 di Graha Bethel, Jakarta. Perhelatan lima tahunan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi dalam menentukan arah kebijakan serta memperkuat kontribusi umat Kristen bagi bangsa.

​Mengusung tema “MUKI Hadir sebagai Mitra Pemerintah Menuju Indonesia Emas”, perhelatan ini menegaskan komitmen MUKI untuk berjalan berdampingan dengan pemerintah dalam menyukseskan visi pembangunan nasional jangka panjang.

Siap Menjadi Mitra Strategis Pemerintah
​Ketua Panitia Munas III MUKI, Sortaman Saragih, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian persiapan telah berjalan optimal. Munas kali ini dirancang tidak hanya sebagai ajang konsolidasi internal, tetapi juga sebagai forum strategis untuk merumuskan kontribusi nyata MUKI bagi kemajuan Indonesia.

​”Lewat tema tahun ini, MUKI ingin menegaskan posisinya sebagai mitra aktif pemerintah. Kita menyongsong era Indonesia Emas dengan landasan dialog, kolaborasi, dan semangat kebangsaan yang kokoh,” ujar Sortaman Saragih.

​Memperkuat Visi Kerukunan dan Kesetaraan
​Munas III MUKI menggarisbawahi visi utama organisasi sebagai wadah kebersamaan umat Kristen yang inklusif dan solutif. Melalui visi tersebut, MUKI berkomitmen untuk:
Membangun Dialog Inklusif: Mendorong komunikasi yang konstruktif, baik antar sesama umat Kristen maupun antarumat beragama dan pemerintah.
Meningkatkan Kolaborasi: Menjalin kerja sama lintas sektor dengan berlandaskan kasih, kebenaran, keadilan, dan kesetaraan.
​Mendukung Kedamaian & Kesejahteraan NKRI: Wujudkan masyarakat yang rukun, damai, sejahtera, dan maju dalam bingkai NKRI.
Menjaga Ideologi Bangsa: Berpijak teguh pada Pancasila, UUD 1945, serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.

​Acara yang berlangsung selama tiga hari ini diperkirakan dihadiri oleh pengurus wilayah dan daerah MUKI dari seluruh Indonesia, tokoh-tokoh agama, hingga perwakilan instansi pemerintah. Selain menetapkan arah kepengurusan baru, Munas III diharapkan menghasilkan rekomendasi-rekomendasi strategis untuk menjawab berbagai tantangan kebangsaan ke depan.

 

Musyawarah Nasional (Munas) III Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) melakukan
​Munas III ini tidak hanya fokus pada rotasi kepemimpinan, tetapi juga menjawab tantangan modernisasi, penguatan pilar pendidikan, hingga mendorong peran kader Kristen di ruang-ruang publik dan politik nasional.

Mendorong Ekspansi Kepengurusan dan Program Kerja Baru
​Ketua Umum MUKI Djasarmen Purba menyoroti fakta bahwa saat ini terdapat 30 DPD (Dewan Pimpinan Daerah) MUKI yang aktif, namun baru 17 DPD yang terdaftar secara administratif.

Djasarmen Purba menambahkan momentum Munas III ini ditargetkan untuk merapikan legalitas dan mendorong kehadiran MUKI secara penuh di seluruh pelosok Indonesia.
​Selain evaluasi organisasi, fokus utama perhelatan ini meliputi dua agenda krusial:
​Merumuskan Program Kerja Strategis: Menyusun agenda pelayanan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk penguasaan teknologi digital untuk membangun kualitas talenta (human capital) generasi muda Kristen.

​Memilih Kepemimpinan Baru: Pemilihan formatur tunggal akan menentukan susunan kepengurusan MUKI periode mendatang.
​Beberapa nama yang turut mengawal dan memberikan arah dalam agenda konsolidasi kepengurusan baru ini di antaranya Rudol Sirait, Nelson Simanjuntak, Winarno, Japarlin Marbun, serta JD Sihite.

Muki sebagai Pelayan Masyarakat dan Pencetak Kader Politik.

​Ketua Umum Badan Musyawarah Gereja Nasional (Bamagnas), Pdt. Japarlin Marbun, menekankan pentingnya kader Kristen untuk tidak membatasi diri pada kegiatan ritual keagamaan semata.
​”Kader Kristen tidak hanya kebaktian di gereja, tetapi harus berani menjadi tokoh politik untuk bangsa dan negara. Kehadiran gereja dan Umat Kristen harus berwujud dalam pelayanan nyata di tengah masyarakat,” tegas Japarlin.

​Sementara itu, Lenta Simbolon mengingatkan bahwa Munas III harus menjadi momentum kebangkitan baru dan perawat kesatuan bangsa.
​”Munas ini adalah tentang merawat kesatuan, rukun, dan damai. Kita berdiri bersama menjadi kuat karena kemampuan merangkul perbedaan. MUKI harus menjadi kekuatan nyata, bukan sekadar slogan. Mari kita bermunas dengan gembira dan kasih,” ujar Lenta.

​Pesan Staf Khusus Menteri Agama: Kolaborasi, Toleransi, dan Human Capital
​Hadir memberikan arahan, Staf Khusus/Perwakilan Kementerian Agama RI, Gugun Gumilar, Ph.D., menyampaikan apresiasi atas kontribusi MUKI sebagai ormas keagamaan yang menjadi mitra strategis pemerintah dan Kemendagri.
​Gugun mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam menjaga keutuhan bangsa. Beberapa pesan kunci yang disampaikan Kementerian Agama mencakup:
Mitra Setara Pemerintah: Ormas seperti MUKI adalah penyangga negara. Pemerintah tanpa ormas akan pincang dalam mengawal kerukunan nasional.
​Perang Melawan Ketertinggalan Talenta: Perjuangan hari ini bukan lagi pertentangan akidah, melainkan persaingan talenta (human capital) dan pemanfaatan teknologi digital.
Penguatan Generasi Muda: Anak muda harus diberikan ruang dan jalan dalam kepengurusan untuk menyongsong Indonesia Emas.
Merawat Moderasi Beragama: Terus menyuarakan isu toleransi, kesetaraan, dan menjaga Pancasila, UUD 1945, serta NKRI dari ancaman intoleransi.
​Dengan sinergi antara peningkatan kualitas SDM, adaptasi teknologi digital, dan penguatan peran politik kebangsaan, MUKI optimistis mampu menjadi mitra strategis daerah dan pusat menuju Indonesia Emas. (Liber Simbolon)

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Jakarta

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA