Hotline News

Acara Doa Bersama dan Tahlilan 40 Hari Kepergian Guruh Soekarnoputra Digelar di Kebayoran Baru

waktu baca 2 menit

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Kamis, 5 Nov 2026 04:48 11

Foto : Presiden ke 5 RI Prof. Dr. H.C. Megawati Soekarnoputri di Acara Doa Bersama dan Tahlilan 40 Hari Wafatnya Guruh Soekarno Putra (Foto : Liber Simbolon)

​Jakarta, BeritaPresisi.com — Mengenang 40 hari kepergian seniman ternama sekaligus figur publik Guruh Soekarnoputra, keluarga besar Presiden Pertama RI Bung Karno menggelar acara tahlilan dan doa bersama pada Rabu (4/11/2026). Acara berlangsung dengan khidmat di kediaman almarhum yang berlokasi di Jalan Sriwijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

​Sejumlah anggota keluarga besar tampak hadir memberikan penghormatan dan mendoakan almarhum. Di antaranya hadir Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Guntur Soekarnoputra beserta keluarga, Sukmawati Soekarnoputri, Karina Kartika Sari Dewi Soekarno, Prananda Prabowo, Puti Guntur Soekarno, serta deretan keponakan dan kerabat almarhum lainnya.
​Suasana haru dan penuh kehangatan mewarnai majelis doa tersebut.

 

Selain pembacaan surat Yasin dan tahlil, acara dilanjutkan dengan penyampaian tausiyah oleh Prof. Dr. Din Syamsuddin. Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang juga merupakan salah satu pendiri Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI)—organisasi sayap PDI Perjuangan—tersebut memberikan renungan dan doa bagi almarhum.
​Melalui rangkaian doa bersama ini, pihak keluarga berharap almarhum Guruh Soekarnoputra mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta seluruh dedikasi dan karya seni yang ditinggalkannya dapat terus memberikan manfaat serta kenangan indah bagi bangsa Indonesia.

 

Acara dipandu oleh Ustadz Dr. Helmi Hidayat, MA., Sekretaris Jenderal DPP Baitul Muslimin Indonesia. Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak keluarga, dilanjutkan pembacaan tahlil, tausiyah, dan doa bersama.

Dalam tausiyahnya, Prof. Din Syamsuddin menyampaikan pesan mendalam mengenai hakikat kehidupan manusia sebagai hamba Tuhan. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia hendaknya senantiasa mempersiapkan diri untuk menjemput kematian dengan memperbanyak amal saleh.

 

Menurutnya, dalam ajaran Islam, sebaik-baik manusia adalah mereka yang panjang usianya dan baik amal perbuatannya. Oleh karena itu, usia yang diberikan oleh Allah SWT hendaknya dimanfaatkan untuk melakukan kebaikan, memberikan manfaat bagi sesama, serta meninggalkan jejak pengabdian yang bermakna.

 

Sebelumnya, Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra (putra bungsu Presiden Pertama RI Soekarno dan Fatmawati) meninggal dunia pada Sabtu, 26 September 2026, pukul 04.16 WIB di usia 73 tahun. Beliau mengembuskan napas terakhir di RS MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat. (Liber Simbolon)

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Jakarta

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA