Hotline News

Kabupaten Toba Siapkan 500 Hektare Lahan untuk Pengembangan Bawang Putih, Tahap Awal Dimulai di Ajibata

waktu baca 3 menit

Penulis: Junivando B.Sinaga

Editor: Liber Simbolon

Sabtu, 3 Okt 2026 13:49 155

Toba,Sumut,BeritaPresisi.Com-  Pemerintah Kabupaten Toba terus mematangkan rencana pengembangan komoditas bawang putih sebagai langkah strategis mendukung program swasembada pangan nasional. Melalui sinergi bersama Pemerintah Pusat dan Fraksi NasDem DPR RI, Kabupaten Toba diproyeksikan menjadi salah satu kawasan pengembangan pertanaman bawang putih dengan luas mencapai 500 hektare.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat bersama Fraksi NasDem DPR RI, Martin Manurung, sebagai tindak lanjut dari tahapan verifikasi lahan yang telah dilaksanakan oleh Tim Ahli DPR RI Fraksi NasDem pada 11–12 September 2026 lalu di Kabupaten Toba.

Dalam tahap awal, program penanaman bawang putih akan direalisasikan di atas lahan seluas 50 hektare yang berlokasi di Desa Pardamean Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba. Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya nyata dalam mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bawang putih impor, yang saat ini masih memenuhi sekitar 90 persen kebutuhan nasional.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Toba tengah mematangkan penetapan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) guna memastikan program berjalan tepat sasaran dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Pelaksanaan program akan melibatkan serta memberdayakan kelompok-kelompok tani setempat, sehingga petani menjadi pelaku utama dalam pengembangan komoditas tersebut.

Sesuai dengan rencana, pengolahan lahan akan dimulai pada minggu kedua Oktober 2026, kemudian dilanjutkan dengan penanaman yang ditargetkan berlangsung pada November hingga pertengahan Desember 2026.

Disiapkan dengan Skema Terintegrasi dari Hulu hingga Hilir

Pemerintah Kabupaten Toba juga telah menyiapkan skema pengembangan bawang putih secara terintegrasi, mulai dari pengolahan lahan, penyediaan benih, proses budidaya, hingga pemasaran hasil panen.

Program ini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendukung kemandirian benih bawang putih di Kabupaten Toba.

Selain aspek produksi, kesiapan offtaker atau pihak penampung hasil panen juga menjadi perhatian utama. Dengan adanya kepastian penyerapan hasil produksi, petani diharapkan memperoleh jaminan pasar yang lebih baik, sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan kelompok tani.

Pengembangan kawasan bawang putih seluas 500 hektare ini diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi sektor pertanian di Kabupaten Toba. Keberhasilan tahap awal seluas 50 hektare nantinya akan menjadi bagian penting dalam evaluasi dan pengembangan program pada tahap berikutnya.

Dukung Swasembada Bawang Putih Nasional

Sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPR RI, dan kelompok tani menjadi faktor penting dalam merealisasikan program tersebut. Dengan dukungan lintas sektor, Kabupaten Toba diharapkan mampu berkontribusi terhadap peningkatan produksi bawang putih dalam negeri dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

Pemerintah Kabupaten Toba mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya kelompok tani, untuk bersama-sama mendukung dan mengawal pelaksanaan program prioritas ketahanan pangan tersebut.

Program pengembangan bawang putih ini diharapkan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 serta visi pembangunan Toba Mantap 2029.

Horas!

Penulis: Junivando B.Sinaga

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Korwil Sumut

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA