Hotline News

Mukti Sitepu: Penting Laksanakan Adat Bagi Warga Perantau untuk Ciptakan Rasa Kekeluargaan

waktu baca 3 menit

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Jumat, 31 Jul 2026 03:31 14

 

JAKARTA, Beritapresisi.com— Banyak warga perantau melupakan adat dan budaya. Padahal, dengan melaksanakan adat dan budaya maka tercipta rasa saling mencintai. Dengan melaksanakan Adat dan Budaya, maka akan tercipta suasana kekeluargaan terasa sangat akrab dan sangat terasa suasana keharmonisan. Dengan melaksanakan Adat dan Budaya dengan sepenuh hati, maka timbul rasa kasihan kita bisa saling membantu dan bergotong royong.

Demikian disampaikan oleh Mukti Sitepu Penasehat Perkumpulan Talun Kenas Jakarta sekitarnya pada saat acara arisan bulanan di pantai Ancol Jakarta Utara, Sabtu (25/7/26).

Mukti Sitepu menjelaskan mengapa sampai banyak warga perantau melupakan atau tidak menjalankan adat dan budaya sepenuhnya.

“Banyak warga perantau tidak menjalankan adat dan budaya karena alasan kesibukan cari makan. Apalagi kaum generasi muda (kaum Gen-Z) ini merasa terlalu bertele-tele dan banyak menyita waktu saat pelaksanaan”, jelas Mukti Sitepu yang sudah 40 tahun lebih meninggalkan kampung halamannya di Talun Kenas Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara.

Mukti Sitepu yang memperistri suku Tapanuli beru Tambunan yang sudah diberikan marga (beru) Ginting Jawak telah mempunyai 3 anak, 2 perempuan dan 1 laki-laki ini menjelaskan, tidak ada alasan sibuk cari makan, sehingga tidak menjalankan adat dan buaya.

“Sesibuk apapun kita, harus bisa menyisihkan waktu untuk melaksanakan adat dan budaya kita Karo. Semuanya tergantung kepada kita bagaimana mengaturkan waktu. Kalau pikiran kita masih ada rasa cinta terhadap adat dan budaya Karo, saya yakin kita bisa mengaturkan waktu,” jelas Mukti semangat.

Sementara itu Teman Barus yang berasal dari Dusun 3 Kuta Baru ini menambahkan, Adat dan Budaya itu sangat perlu untuk dilestarikan.
“Lewat pelestarian adat dan budayalah tercipta rasa persatuan dan rasa kekeluargaan. Adat dan budaya daerah adalah bagian dari budaya nasional”, jelas Teman Barus yang tahun lalu menikahkan anak perempuan dengan suku Jawa dan telah diberikan marga Sembiring.

Ramli Barus,SE Ketua Perkumpulan Talun Kenas Jakarta sekitarnya yang berasal dari Dusun 1 Pintu Besi Desa Laurakit menjelaskan dalam acara arisan yang diadakan di pantai Ancol Jakarta Utara ini, selain ceramah adat dan budaya, sekaligus membahas dan mengesahkan anggaran dasar anggaran rumah tangga (AD-ART) yang baru Perkumpulan Talun Kenas Jakarta sekitarnya.

Pada kesempatan itu, Pengurus juga memberikan kain Beka Buluh (kain adat Karo) kepada Lydia Beru Sitepu anggota perkumpulan yang baru melangsungkan pernikahan dengan suku Tapanuli Efendi Sianturi secara adat Karo di Talun Kenas.

Lebih lanjut Ketua Perkumpulan Talun Kenas Jakarta sekitarnya Ramli Barus,SE mengucapkan banyak terima kasih atas kedatangan serta partisipasi anggota untuk menyukseskan acara arisan sekaligus acara rekreasi sambil olahraga bersama untuk menjalin tali silaturahmi dan mempererat rasa persaudaraan sesama perantau yang berasal dari Kecamatan Senembah Tanjung Muda (STM) Hilir Provinsi Sumatera Utara di Jakarta sekitarnya. (Liber Simbolon)

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Jakarta

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA