Penulis: Liber Simbolon
Editor: Liber Simbolon
Marta TilaarJakarta, BeritaPresisi.com — Kepergian maestro kosmetik Indonesia, Martha Tilaar, meninggalkan banyak kenangan dan inspirasi tentang keteguhan hati serta perjuangan hidup. Salah satu babak paling emosional dalam kehidupannya adalah perjuangan panjang bersama sang suami, Prof. Henry Alexis Rudolf (HAR) Tilaar atau Alex Tilaar, untuk mendapatkan momongan, pada Jumat (16/10/2026).
Dalam sebuah wawancara pada 4 Februari 2013, Martha pernah membagikan kisah perjuangan mereka yang penuh dinamika. Kala itu, empat dokter dari luar negeri menyatakan bahwa dirinya memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk bisa hamil.
Kendati demikian, pantang bagi Martha untuk menyerah. Selama hampir 3,5 tahun, ia konsisten mengonsumsi jamu tradisional, menjalani perawatan medis, serta tak henti membawa harapannya dalam doa.
Ujian emosional sempat menghampiri ketika Martha menginjak usia 41 tahun. Saat menstruasinya berhenti, ia sempat memelihara harapan besar bahwa dirinya telah mengandung. Namun, hasil pemeriksaan dokter justru menyatakan hal sebaliknya: Martha telah memasuki masa premenopause.
Kabar tersebut sempat mematahkan harapannya. Diliputi kesedihan mendalam, Martha bahkan sempat mengikhlaskan sang suami untuk menikah lagi demi mendapatkan keturunan.
”Aku bilang ke suami, ‘Pa, aku premenopause. Jadi, kalau kamu mau kawin lagi, silakan’. Gampang banget ngomongnya. Tapi hatiku teriris-iris,” kenang Martha.
Merespons ucapan sang istri, Alex Tilaar tidak marah. Dengan lembut, ia menggandeng tangan Martha menuju perpustakaan rumah mereka dan berusaha membesarkan hati sang istri lewat candaan hangat. Sambil menunjukkan koleksi bukunya, Alex berseloroh bahwa buku-buku itulah yang menjadi “istri kedua”-nya. Kehangatan dan humor sederhana sang suami menjadi pilar penguat di saat Martha berada di titik terendah.
Buah dari kesabaran dan keikhlasannya akhirnya berwujud saat Martha mengandung dan melahirkan buah hati pertamanya pada usia 45 tahun.
Meski tim medis sempat mengingatkan adanya risiko kesehatan pada janin mengingat usianya yang tak lagi muda, Martha memilih untuk berserah penuh kepada Sang Pencipta.
”Aku percaya pada-Mu Tuhan, kalau Kau akan memberikan yang terbaik untukku,” ungkapnya.
Kepercayaan dan keteguhan tersebut berbuah manis. Martha dikaruniai empat orang anak yang tumbuh sehat dan berprestasi, sekaligus mematahkan keraguan medis yang pernah ia terima di masa lalu.
Pendiri Martha Tilaar Group tersebut tutup usia pada Rabu (14/10/2026) dalam usia 89 tahun. Putra sulungnya, Bryan David Emil Tilaar, menyampaikan bahwa sang ibu sempat menjalani perawatan intensif selama delapan hingga sembilan hari akibat keluhan asma sebelum ditemukan adanya pendarahan.
Jenazah almarhumah disemayamkan di rumah duka keluarga di kawasan Jakarta Selatan. Rencananya, almarhumah akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, berdampingan dengan makam suami tercintanya, Prof. Alex Tilaar. (Liber Simbolon)
Penulis: Liber Simbolon
Editor: Liber Simbolon
Sumber Foto: Biro Jakarta
Tidak ada komentar