Hotline News

Kopdeskel Sempalai Dicoret, Rahmadi Minta Penelusuran

waktu baca 2 menit
Rabu, 28 Okt 2026 05:42 10

Foto dokumentasi istimewa anggota Fraksi Partai Gerindra, Ketua komisi III DRPD Sambas Rahmadi.

Sambas, Beritapresisi.com – Foto coretan bernada penghinaan terhadap Presiden Prabowo Subianto di bangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdeskel) Sempalai Sebedang, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, beredar di media sosial Facebook dan menuai perhatian publik, Rabu (28/10/2026).

Dalam foto yang beredar, terlihat tulisan berwarna biru di bagian dinding tepat di bawah logo dan identitas Kopdeskel Merah Putih. Coretan tersebut diduga menggunakan cat semprot dan memuat kata-kata yang merendahkan Presiden Prabowo.

Peristiwa itu mendapat tanggapan dari Rahmadi, anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Sambas yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi III. Ia menyayangkan tindakan pencoretan tersebut dan mengingatkan bahwa keberatan terhadap pembangunan koperasi semestinya disampaikan melalui mekanisme dialog.

Menurut Rahmadi, perbedaan pandangan perlu disikapi secara dewasa dengan tetap menghormati aturan hukum. Jika terdapat persoalan terkait pembangunan koperasi, ia mendorong pihak yang berkepentingan menyampaikannya kepada pihak berwenang agar memperoleh penjelasan dan dapat dicarikan penyelesaian.

Rahmadi juga meminta aparat penegak hukum menelusuri kejadian tersebut secara proporsional sesuai prosedur yang berlaku. Ia mengimbau masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab sebelum fakta-fakta kejadian diketahui secara jelas.

Di sisi lain, beredarnya foto tersebut menyisakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab, mulai dari siapa yang melakukan pencoretan, apa motif di balik tindakan itu, hingga apakah terdapat persoalan yang melatarbelakanginya. Namun, belum ada dasar untuk menyimpulkan bahwa tindakan tersebut berkaitan dengan penolakan terhadap pembangunan Kopdeskel.

Penelusuran yang berbasis bukti diperlukan agar persoalan ini tidak berkembang menjadi spekulasi maupun saling tuding di tengah masyarakat. Klarifikasi dari pengelola Kopdeskel, pemerintah desa, dan pihak berwenang juga penting untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kejadian tersebut.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA