Penulis: Denis
Editor: OPE
Forkopimda Propinsi Maluku meninjau Lokasi Peresmian Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. f:Pemdam XV Pattimura-AMBON, BeritaPresisi.com – Menjelang peresmian Peletakan Batu Pertama Groundbreaking Blok Masela oleh Presiden RI pertengahan Juli 2026, Forkopimda Maluku melakukan peninjauan lokasi di Lermatang, Kepulauan Tanimbar, Maluku.

Ikut dalam rombongan Gubernur Maluku, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dody Triwinarto serta Dankodaeral IX/Ambon Laksda TNI Hanarko Djodi Pamungkas.
Selanjutnya Danrem 151/Binaiya Brigjen TNI Raffles Manurung, serta jajaran pejabat TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Mereka meninjau lokasi persiapan Groundbreaking PSN Blok Masela, Senin (13/7/2026).
Gubernur beserta rombongan melihat dari dekat kondisi fasilitas yang akan dipakai pada peletakan batu pertama itu.
Mulai dari tenda acara, tempat duduk, akses jalan hingga sarana penunjang lainnya mendapat pemeriksaan satu per satu agar layak dan siap pakai.
“Tujuan kunjungan ini jelas. Memastikan semua persiapan, baik untuk acara seremonial maupun kegiatan pendukung lainnya, sudah benar-benar matang dan tidak ada kendala,” ujar Kapendam XV/Pattimura Letkol Inf Adi Swastika.
Setelah yakin semua persiapan sudah beres dan aman, Pangdam beserta rombongan meninggalkan lokasi untuk mempersiapkan agenda selanjutnya.
Proyek Blok Masela ini sangat dinanti karena akan membawa kemajuan besar bagi rakyat Maluku, khususnya masyarakat Tanimbar.
Sebelumnya SKK Migas mengaku telah menyiapkan sebanyak 93 ton logistik untuk peresmian nanti.
Peresmian proyek Blok Abadi oleh Presiden RI sekaligus menandai dimulainya pengembangan salah satu proyek gas alam terbesar di Indonesia.
Ketua SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan persiapan peresmian dengan berkoordinasi berbagai pihak, termasuk Ketua Panitia yang juga Pangdam XV Pattimura.
“Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan semua pihak terutama ketua panitia. Logistik sedang diangkut dari bandara ke lokasi proyek di Saumlaki,” kata Djoko dalam sebuah pernyataan, Senin (6/7/2026).
Ia mengatakan sekitar 93 ton logistik, termasuk tenda, karpet, generator, pendingin udara dan peralatan pendukung lainnya.
Selain lewat udara, pengiriman sebagian kargo untuk peresmian juga berlangsung melalui laut. (*)
Penulis: Denis
Editor: OPE
Tidak ada komentar