Penulis: Liber Simbolon/Ril
Editor: Liber Simbolon


Jakarta, BeritaPresisi.com – Forum Alumni Muda Universitas Bung Karno (FAM UBK) menyampaikan keprihatinan dan menyayangkan peristiwa yang terjadi dalam aksi BEM Universitas Bung Karno (UBK), berbagai narasi di ruang publik yang berkembang pasca aksi tersebut, termasuk adanya tuduhan dari sejumlah pihak elit politik PDIP dan opini yang beredar yang mengaitkan aksi mahasiswa dengan kepentingan politik tertentu.
Khususnya terkait munculnya berbagai narasi dan tuduhan yang tidak memiliki dasar bukti yang dapat dibuktikan, termasuk isu aliran dana sebesar Rp300JT yang dialamatkan ke Wakil Presiden Republik Indonesia, Mas Gibran Rakabuming Raka.
FAM UBK menegaskan bahwa penyebaran informasi yang tidak terverifikasi berpotensi merusak ekosistem demokrasi dan mencederai marwah gerakan mahasiswa sebagai gerakan intelektual.
FAM UBK juga menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap dijaga sebagai ruang intelektual yang independen, tidak mudah dipolitisasi, dan tidak dijadikan objek tarik-menarik kepentingan politik oleh elit elit partai politik. Integritas gerakan mahasiswa hanya dapat dipertahankan apabila diskursus yang menyertainya tetap berada dalam koridor akademik, berbasis data, dan menjunjung tinggi etika publik.
Oleh karena itu, FAM UBK mendorong agar setiap respons publik ditempatkan secara proporsional, tidak reaktif, serta tidak menjadikan isu yang belum terverifikasi sebagai instrumen politik dalam membentuk opini.
*Adapun Pernyataan Sikap FAM UBK Sebagai Berikut:*
1. FAM UBK Mengutuk keras segala bentuk fitnah, hoaks, dan disinformasi terkait tuduhan aliran dana Rp300JT kepada Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, tanpa bukti yang sah dan terverifikasi.
2. FAM UBK Meminta PDIP Berhenti Menggiring Opini dan Menuduh Gibran Menunggangi Gerakan Mahasiswa Tanpa Bukti!
3. Mendesak pihak yang menyampaikan tuduhan tersebut untuk membuktikan klaimnya melalui jalur hukum dan mekanisme yang sah apabila memiliki data yang valid.
4. Apabila tuduhan tersebut tidak dapat dibuktikan, FAM UBK mendesak adanya klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka demi menjaga etika demokrasi dan integritas ruang publik.
5. Mendorong seluruh organisasi mahasiswa untuk kembali pada tradisi intelektual kampus yang berbasis riset, diskusi akademik, dan advokasi kebijakan berbasis data.
6. FAM UBK meminta elit politik PDIP stop melakukan politisasi dan tuduhan gerakan mahasiswa ditunggangi Mas Wapres Gibran tanpa dasar bukti yang kuat dan terverifikasi.
7. Mendorong aparat penegak hukum untuk memastikan ruang publik tetap kondusif dari penyebaran informasi yang tidak akurat dan berpotensi menyesatkan opini publik.
8. Mengajak seluruh mahasiswa UBK dan mahasiswa seluruh Indonesia untuk tetap kritis terhadap kebijakan publik, namun menjaga integritas intelektual, etika ilmiah, dan prinsip demokrasi yang sehat.
FAM UBK menegaskan bahwa gerakan mahasiswa harus tetap menjadi kekuatan moral bangsa yang berdiri di atas fondasi kebenaran, ilmu pengetahuan, dan tanggung jawab sosial.
Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah.
*Bung Romario Simbolon*
Kornas FAM UBK
*Bung Fadli*
Jubir FAM UBK
Penulis: Liber Simbolon/Ril
Editor: Liber Simbolon
Sumber Foto: Dokumen FAM UBK
Tidak ada komentar