Hotline News

Bagikan Bibit Padi “Megawati Soekarnoputri” ke Bonan Dolok Samosir, Rapidin Simbolon : Jaga Jalan dan Wisata Agar Ekonomi Warga Tumbuh

waktu baca 3 menit

Penulis: Ranto S

Editor: Liber Simbolon

Sabtu, 11 Jul 2026 13:38 3

Anggota DPR RI Drs. Rapidin Simbolon, MM yang Juga Ketua DPRD PDI Perjuangan Bagikan Bibit Padi ‘Megawati Soekarnoputri’ ke Bonan Dolok, Samosir

 

Pangururan, Samosir, BeritaPresisi.com – Pagi hari di Desa Bonan Dolok, Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Sabtu (11/7/2026) terasa berbeda. Di tengah hamparan sawah yang menjadi tumpuan hidup warga, ratusan petani berkumpul. Mereka menunggu bantuan benih padi dan pupuk yang datang langsung dari Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Drs. Rapidin Simbolon, MM.

Bukan hanya soal pertanian. Kunjungan itu dirangkai bersama Forum Komunikasi Masyarakat terkait Layanan Hukum bersama Kanwil Kementerian Hukum dan HAM Sumut. Dua agenda sekaligus : memperkuat produksi pangan dan membuka akses warga terhadap kepastian hukum.

Rapidin menyerahkan bantuan bibit padi varietas Megawati Soekarnoputri atau MSP beserta pupuk kepada kelompok tani Bonan Dolok.

Menurutnya, bantuan ini adalah bentuk keberpihakan nyata kepada petani. “Ini bentuk perhatian agar petani punya dukungan produksi. Harapannya hasil panen meningkat dan ketahanan pangan di desa-desa Samosir semakin kuat,” ujarnya.

Bonan Dolok selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian di Samosir. Dengan benih unggul dan dukungan pupuk, warga berharap musim tanam kali ini bisa menghasilkan panen yang lebih baik.

Bersamaan dengan penyerahan bantuan, warga juga mendapatkan layanan hukum gratis dari Kanwil Kemenkumham Sumut.

Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkumham Sumut, Kortini Sihotang, menjelaskan bahwa layanan hukum tidak berhenti di administrasi. “Banyak potensi daerah yang bisa dilindungi lewat instrumen hukum. Misalnya indikasi geografis, hak cipta, hingga komoditas lokal bernilai ekonomi. Tapi harus ada usulan dan keterlibatan masyarakat sebagai pemilik potensi itu,” katanya.

Ia menekankan, kehadiran negara melalui layanan hukum bertujuan memastikan kesamaan hak warga dalam pendidikan, ekonomi, hingga kesejahteraan.

Kehadiran Rapidin disambut hangat warga. Tokoh masyarakat Bonan Dolok, Hotben Sagala, menyebut perhatian mantan Bupati Samosir itu sudah terasa sejak lama. Salah satunya saat memperjuangkan pembukaan akses jalan menuju desa mereka.

“Ini bukti Rapidin dan Sorta Ertaty Siahaan tidak hanya datang ketika ada Pileg atau Pemilu. Mereka tetap hadir dan mengurus masyarakat,” ujar Hotben.

Ia juga menitipkan harapan. Seiring Bonan Dolok mulai dikenal sebagai destinasi wisata, Hotben meminta pemerintah melindungi sumber daya alam, terutama potensi air, agar tidak disalahgunakan pihak tak bertanggung jawab.
“Bonan Dolok sekarang mulai dikenal karena wisatanya. Potensi ini harus dijaga bersama agar masyarakat sekitar juga merasakan manfaatnya,” kata Mantan Bupati Samosir tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rapidin mengajak masyarakat dan Pemda menjaga Bonan Dolok, terutama setelah akses jalan ke kawasan itu semakin baik.

Ia mengapresiasi pemerintah daerah yang melanjutkan pembangunan infrastruktur. “Jalan yang sudah baik ini harus dirawat bersama. Pariwisata juga harus dijaga agar memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan itu.

Rapidin mengingatkan, konektivitas adalah kunci ekonomi. Saat masih menjabat Bupati, ia pernah menggagas jalan lingkar luar Danau Toba. Kini ia berharap pembangunan jalan lintas kabupaten dilanjutkan, seperti penghubung Samosir ke Humbang Hasundutan, Dairi, dan Simalungun.
“Harapan kita, pemerintah dapat melanjutkan pembangunan lintas kabupaten sehingga perekonomian masyarakat Bonan Dolok semakin berkembang,” tegasnya.

Di luar isu pertanian dan infrastruktur, Rapidin juga menyoroti Program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Ia menilai program nasional itu perlu terus dievaluasi agar sasarannya tepat dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan di Bonan Dolok ini menutup rangkaian kunjungan kerja Rapidin di Samosir. Bagi warga, kehadiran bantuan benih, pupuk, dan layanan hukum menjadi sinyal bahwa perhatian ke desa tidak boleh berhenti di seremonial, melainkan harus berujung pada peningkatan kesejahteraan. (Ranto.S)

Penulis: Ranto S

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Samosir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA