Hotline News

SALAMBA: YANG DITANAMI PT SHL BUKAN FUNGSI SUNGAI, TAPI FUNGSI ALIRAN AIR MENUJU SUNGAI BULUH

waktu baca 2 menit

Penulis: Amirudin

Editor: Liber Simbolon

Rabu, 17 Jun 2026 10:06 7

PELALAWAN, beritapresisi.com – Yayasan Sahabat Alam Rimba (SALAMBA) menegaskan lahan sempadan yang ditanami PT SHL di Sungai Buluh, Kec. Bunut, Kab. Pelalawan tidak dapat dikategorikan sebagai fungsi sungai. Berdasarkan observasi dan investigasi lapangan 19-20 Mei 2026, tim SALAMBA menemukan bentuk aliran di lapangan parit buatan yang hanya berfungsi menyalurkan air dari blok tanaman ke sungai utama.

Pernyataan ini disampaikan Ketua SALAMBA, Ir. Marganda Simamora, S.H.,M.Si usai tim  SALAMBA turun kelapangan  bahwa tidak ada tanda tanda bahwa areal tersebut sebagai fungsi sungai namun sebagai fungsi aliran air dari blok tanam, artimya sudah puluhan tahun bahwa fungsi sungai sudah tidak ditemukan diareal tersebut sebab dengan hilangnya vegetasi tutupan hutan masa lalu sehingga sungai kecil sudah mati dan fungsi sungai hilang

HASIL OBSERVASI & INVESTIGASI SALAMBA: Bukan Fungsi Sungai tetapi Fungsi Kanal
SALAMBA menyimpulkan berdasarkan data lapangan + foto Timemark Verified:

  1. Bentuk Fisik: Tidak berbentuk sungai alami. Yang ada alur lurus, tebing curam, tanpa meander, tanpa bibir sungai alami. Ciri khas kanal/parit drainase perkebunan
  2. Fungsi Hidrologi: Tidak berfungsi sebagai sungai. Fungsinya bergeser jadi saluran pembuangan air dari blok tanaman PT SHL ke badan Sungai Buluh.
  3. Vegetasi Riparian: Vegetasi penahan erosi + filter alami seperti punai, rengas, geronggang tidak ditemukan  di tepi kanal.
  4. Data GPS Bukti:
    – Titik 1: 0.400286°N, 102.100269°E – 19 Mei 2026 13:56 WIB
    – Titik 2: 0.400362°N, 102.100208°E – 20 Mei 2026 13:41 WIB
    Lokasi: Unnamed Road, Sungai Buluh, Kec. Bunut, Pelalawan  tanaman sawit di tepi aliran air menuju Sungai Buluh.

“Berdasarkan observasi SALAMBA terkait disebut PT SHL tanami sempadan sungai, namun berdasarkan investigasi bahwa tidak berbentuk sungai tetapi berbentuk kanal sehingga tidak dapat di kategorikan sebagai fungsi sungai namun merupakan fungsi aliran air dari blok tanaman ke Sungai,” tegas Ir. Marganda Simamora, S.H” kepada wartwan Rabu ( 17/06/2026)

 

Namun demikian kami dari yayasan SALAMBA menyarankan agar PT SHL mengusahakan areal konservasi sebagai keseimbangan ekologi,” ujar Marganda. sebab dengan keseimbangan ekologi tersebut akan menjamin ketersediaan air minum, dan  hewan maupun tanaman endemik tidak punah sebut Ganda   dan dia menambahkan kami mengharapkan setiap perusahaan sebaiknya ada areal konservasinya terutama di Daerah Aliran Sungai (DAS) untuk sebagai fungsi ekologi yaitu kesimbangan  lingkungan hidup dan ketersediaan air besih.

 

Penulis: Amirudin

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Yayasan Salamba

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA