Hotline News

Jalan Mayjen Sutoyo Cawang Cililitan Macet Lagi, Pedagang dan Parkir Liar Akan Ditertibkan

waktu baca 4 menit
Jumat, 19 Jun 2026 05:51 10

Jakarta, BeritaPresisi.com – Sebagai warga masyarakat kami merasa kecewa atas terjadinya kembali parkir liar dan bebasnya memasang meja kursi dibahu jalan didepan warung yang berada disamping pul bus Primajasa dan depan Gedung Asabri dan sampai Jalan SMK 10 Cawang bahkan sampai depan Gedung Kemensos yang dikenal Gedung Cawang Kencana.

 

Dalam Rakor (Rapat kordinasi) di Kantor Kelurahan Cawang, Senin (15/6/26) terkait permasalahan parkir, kebisingan dan membahas Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berada di jalan Mayjend Sutoyo, sepakat akan membersihkan dan merapikan para pedagang kaki lima dan penertiban parkir liar di sepanjang jalan Mayjend Sutoyo karena selalu membuat kemacetan.

Rakor yang besar itu mengundang Camat dan instansi terkait yang ada di Kecamatan Kramat Jati seperti Kasatpel Dinas Perhubungan, Manpol, Bhabinkamtibmas Cawang, Babinsa Cawang, Ka.Satgas Pol PP, FKDM Cawang, LMK dan Ketua RW 07 dan LMK dan Ketua RW 09, RT 01-10 RW 09 Kelurahan Cawang dan pemilik gedung serta 8 pemilik kios.

Tapi sangat disayangkan pada Rakor tersebut pemilik kios mulai dari samping pool bis Primajasa sampai depan ASABRI seperti pemilik kios Perjumpanta Jidin Sembiring, Abdi Tarigan pemilik kios Arih Ersada dan Berry Ginting pemilik kios PMS tidak memenuhi undangan dari pihak kelurahan.
Beberapa warga menyesalkan ketidakhadiran pemilik kios tersebut.

“Mereka memang sangat bandel dan merasa punya bekingan, sehingga tidak mau menghadiri acara Rakor tersebut,” jelas warga yang hadir.

Dalam Rakor tersebut Babinsa Serka Ginanto sangat banyak memberikan usulan dalam rangka penertiban dan pembersihan para pedagang dan parkir liar.
“Yang penting kita punya kemauan dan punya tekad serta ada kerjasama dari semua pihak baik dari pihak kelurahan, warga dan para pedagang.

“Saya tidak ada beban untuk menertibkan mereka karena tidak ada sepeserpun menerima uang dari para pedagang,” jelas Serka Ginanto dan menjelaskan itu memang tugasnya sebagai anggota TNI.

Serka Ginanto menambahkan pihaknya kerja tulus sesuai undang-undang.
Tokoh masyarakat Hidayat sangat mendukung apa yang disampakan oleh Bhabinsa Serka Ginanto.

“Mengapa kok Bhabinsa Serka Ginanto lebih banyak memberikan masukan ketimbang pihak kelurahan yang diwakili oleh Kasipem Gunano dalam penanganan penertiban para pedagang yang bandel dan terjadinya parkir liar yang mengakibatkan kemacetan sepanjang jalan Mayjen Sutoyo?” jelas Hidayat yang didampingi Lucas Hutagalung keamanan RW 09.

Para warga yang hadir juga sangat menyayangkan lambatnya penanganan ini oleh pihak kelurahan dengan alasan Lurah, Sekkel dan Kasipem masih baru beberapa bulan menjabat.
Apa yang dikeluhkan warga dalam lambatnya penanganan penertiban ini ada benarnya.

Pihak wartawan ingin konfirmasi kepada lurah Gia Junian Putranto selalu tidak ada ditempat. Saat dihubungi Kasipem Gunano, selalu tidak diangkat HP-nya dan WA-pun belum dibukanya.

 

“Dulu saat Budi Novian menjabat Kepala Trantib Satpol PP Jakarta Timur, jalan Mayjen Sutoyo sepanjang mulai dari depan BKN (Badan Kepegawaian Negara) sampai Gedung Kemensos dulu Cawang Kencana telah berhasil menertibkan dan merapikan parkir liar (PL) dan sekaligus membersihkan para pedagang kaki lima (PKL)” jelas Hidayat mantan Ketua RW yang saat ini menjabaat LMK.

Hidayat menjelaskan sekarang mulai bebas lagi dan seenaknya memasang meja, kursi di bahu jalan dan seenaknya parkir.

“Bahkan kemaren dua minggu lalu sempat Ketua RT kena bogem mentah oleh pengunjung. Banyak warga yang melintas jalan Mayjen Sutoyo yang selama ini merasa sudah nyaman karena tidak pernah lagi mengalami kemacetan. Tapi akhir-akhir ini warga sudah mulai lagi kesel dan menggerutu karena badan jalan yang terdiri dari empat lajur itu, dua lajur dimanfaatkan untuk parkir liar dan para pedagang kaki lima (PKL) serta memasang meja dan kursi seenakna saja,” jelas Hidayat kecewa.

 

Pemanfaatan Jalan Raya Mayjen Sutoyo Cawang ini terlihat setiap hari mulai pukul 19.00 wib. Parkir liar dan pemasangan meja oleh PKL memanfaatkan satu jalur.
Pemilik warung memasang mejanya mulai dari pukul 19.00 wib sampai tengah malam bahkan sampai subuh musik masih saja berlangsung kencang.

Sekretaris Petisi Brawijaya DKI Jakarta Ramli Barus,SE menjelaskan juga jalan Mayjen Sutoyo yang lebih dikenal dengan Mayasari, kalau hari Sabtu dan Minggu atau malam libur, kemacetan terjadi mulai dari turunan jembatan Jagorawi sampai depan BKN.

“Banyak sekali warga pengguna jalan mengeluhkan kemacetan itu. Kalau saja Kepala Trantib mau menertibkan, tentu kemacetan itu tidak berlangsung lama,” jelas Ramli Barus Sekretaris DPD Petisi Brawijaya Jakarta seraya menambahkan akibat parkir liar itu sering terjadi kecelakaan.

Dijelaskan Ramli Barus, kecelakaan itu terjadi karena mobil dan motor berkecepatan tinggi, tiba-tiba mobil atau motor yang parkir mundur.

Apalagi pas malam Minggu atau malam libur, bisa-bisanya hanya satu jalur, sehingga membuat macet total. (Liberty)

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA