Penulis: Liber Simbolon
Editor: Liber Simbolon

Ketua Umum MUKI : dr. Sortaman Saragih, MARS
Jakarta, BeritaPresisi.com — Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Majelis Umat Kristen Indonesia (MUKI) resmi menetapkan dr. Sortaman Saragih, MARS sebagai Ketua Umum periode 2026–2031. Penetapan ini menjadi puncak dari rangkaian Munas III MUKI yang berlangsung dengan penuh kehangatan, kasih, dan semangat kebersamaan.
Sebelumnya, Sortaman Saragih yang menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana Munas III MUKI dinilai sukses mengawal jalannya forum tertinggi organisasi ini. Kepercayaan dari para peserta Munas—yang terdiri dari perwakilan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dari berbagai wilayah di Indonesia—menjadi pendorong utama terpilihnya beliau untuk memimpin MUKI selama lima tahun ke depan.
Dalam arahannya usai terpilih, Sortaman Saragih menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran MUKI sesuai dengan tema Munas tahun ini, yakni “MUKI Hadir sebagai Mitra Pemerintah Menuju Indonesia Emas.”
“MUKI harus terus hadir sebagai wadah kebersamaan umat Kristen yang mampu membangun dialog inklusif—baik dengan sesama elemen gereja, umat antaragama, maupun pemerintah. Kita ingin berkontribusi nyata melalui aksi kasih, keadilan, dan kesetaraan dalam wadah NKRI,” ujar Sortaman.
Beberapa fokus utama kepemimpinan Sortaman Saragih untuk periode mendatang antara lain:

Terpilihnya Sortaman Saragih disambut hangat oleh berbagai elemen oikoumene dan instansi pemerintah yang hadir dalam pembukaan dan jalannya perhelatan Munas III.
Wakil Sekretaris Umum MPH PGI, Pdt. Lenta Enni Simbolon, mengapresiasi semangat kerukunan yang ditunjukkan selama Munas. Beliau berharap di bawah kepemimpinan baru ini, MUKI terus menjadi pilar penyejuk yang merangkul keberagaman serta menghindari polemik internal agar fokus pada pelayanan masyarakat.
Hal senada diungkapkan perwakilan dari Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri yang berharap MUKI di bawah kepemimpinan Sortaman Saragih dapat semakin solid menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, toleransi, dan kemajuan bangsa. (Liber Simbolon)
Penulis: Liber Simbolon
Editor: Liber Simbolon
Sumber Foto: Biro Jakarta
Tidak ada komentar