Penulis: Feby
Editor: Rio

PEKANBARU, BeritaPresisi.Com – Yayasan Sahabat Alam Rimba (Salamba) mengeluarkan pernyataan sikap tegas menyusul situasi kabut asap yang semakin memburuk di Provinsi Riau. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) per tanggal 25 Agustus 2026, kualitas udara di beberapa wilayah, seperti Pelalawan dan Pekanbaru, telah mencapai level “Berbahaya” dengan angka 603,sementara Indagiri Hilir,Bengkalis dan Siak dengan kategori tidak sehat dengan Nilai IPSU 130-160,
Ketua Yayasan Sahabat Alam Rimba, Ir. Marganda Simamora, S.H., M.Si., menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi ini. Ia menilai situasi saat ini sudah sangat mengkhawatirkan dan menuntut peran serta aktif seluruh lapisan masyarakat untuk menghentikan aktivitas yang memperparah keadaan.
”Kami meminta kepada seluruh masyarakat, khususnya di daerah-daerah yang terdampak parah, untuk segera melakukan ‘green community’ atau aksi nyata menjaga lingkungan. Hal yang paling mendesak adalah menghindari dan menghentikan segala bentuk pembakaran lahan,” tegas Ir. Marganda dalam rilis resminya, Selasa (25/8).
Lebih lanjut, Marganda menekankan pentingnya semangat gotong royong dalam melakukan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia mengingatkan bahwa dampak langsung dari kabut asap ini adalah gangguan kesehatan dan keselamatan masyarakat luas.
”Imbas dari asap ini adalah masyarakat. Jika kita tidak sama-sama melakukan pencegahan dan terus melakukan pembakaran, situasi saat ini akan semakin parah dan tidak terkendali. Mari kita lindungi kesehatan keluarga dan lingkungan kita dengan tidak membakar lahan,” pungkasnya.
Yayasan Salamba berharap imbauan ini dapat didengar dan dilaksanakan oleh masyarakat luas sebagai langkah preventif kolektif demi memulihkan kualitas udara di Riau.
Penulis: Feby
Editor: Rio
Sumber Foto: Yayasan Salamba
Tidak ada komentar