Hotline News

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Mutasi Sejumlah Pati di Jabatan Startegis, Wakapolda hingga Kapolda

waktu baca 3 menit

Penulis: Lambok.SH

Editor: Liber Simbolon

Senin, 31 Agu 2026 11:31 17

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir (Foto -ist-redaksi)

Jakarta,BeritaPresisi.Com– Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan mutasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri pada 30 Agustus 2026. Mutasi Pati dan Pamen Polri tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri dan kepolisian kewilayahan.

Sejumlah personel yang masuk dalam daftar mutasi, sebanyak 344 personel memperoleh promosi atau mendapat penempatan pada jabatan baru. Sebagian lainnya menjalani atau menyelesaikan pendidikan, mendapat penugasan pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.

Mutasi  juga  menyentuh sejumlah posisi penting di tubuh Polri, termasuk jabatan Astamaops Kapolri dan beberapa kepala kepolisian daerah. Bagi publik, pergantian tersebut menjadi bagian penting dari dinamika organisasi Polri yang berkaitan dengan pembinaan karier, penyegaran serta kebutuhan menghadapi perkembangan tugas.

Keptusan mutasi tersebut dituangkan dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, masing-masing ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa rotasi dan mutasi merupakan bagian dari pembinaan organisasi sekaligus pengembangan karier personel.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Salah satu perubahan paling strategis terjadi pada posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Irjen Pol. Roycke Harry Langie, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara, kini dipercaya menempati posisi tersebut.Pesan Wisata Pantai

Roycke menggantikan Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, jabatan Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya dipercayakan kepada Brigjen Pol. Yudo Hermanto, yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Pergantian Kapolda dan Wakapolda

Rotasi juga mengubah sejumlah posisi pimpinan di wilayah lain. Brigjen Pol. Hengki Haryadi, sebelumnya Wakapolda Riau, diangkat sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Posisi tersebut sebelumnya dijabat Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang kini mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Wakapolda Riau kemudian diemban Brigjen Pol. Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo. Sementara Wakapolda Gorontalo dipercayakan kepada Kombes Pol. Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.

Di Maluku Utara, Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi dipercaya sebagai Wakapolda menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun. Stephen selanjutnya mendapat kepercayaan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri

Di tingkat Mabes Polri, Irjen Pol. Jawari ditunjuk sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM), menggantikan Irjen Pol. Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.

Posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri juga berganti. Irjen Pol. Ruslan Ependi dipercaya mengisi jabatan tersebut menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin mendapat penugasan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri. Ia menggantikan Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera yang diangkat sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.

Selain rotasi jabatan, mutasi juga mencakup penugasan pendidikan dan peningkatan kompetensi. Sejumlah Pati dan Pamen mendapat tugas mengikuti atau menyelesaikan pendidikan, termasuk penempatan sebagai Widyaiswara dan dosen di lingkungan Lemdiklat Polri.

Irjen Pol. Johnny menegaskan bahwa para pejabat baru diharapkan segera beradaptasi dan menjalankan amanah secara optimal.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Mutasi merupakan penyegaran organisasi diharapkan mampu menjaga kesinambungan tugas sekaligus memperkuat Polri dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” sebutnya menutup.

Penulis: Lambok.SH

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Redaksi

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA