Hotline News

Saran Saya Untuk Ketum PBNU Terpilih, Gus Kikin

waktu baca 3 menit

Penulis: Saeful Huda EMS

Editor: Liber Simbolon

Senin, 31 Agu 2026 09:42 17

 

Oleh: Saiful Huda Ems.

Sebagai alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dan sesama warga Jam’iyah Nahdlatul Ulama, saya sarankan pada Pak KH. Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin (Ketum PBNU Terpilih) sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Tebuireng, tolong mulai sekarang jangan lagi mengumbar pernyataan tentang kesamaan Gus Kikin dengan Presiden Prabowo Subianto.

Sebab jika itu terus dikatakan, maka wibawa NU akan hancur lebur. NU harus menjaga diri sebagai Ormas Islam Independen terbesar di dunia, yang harusnya memiliki pengaruh luas dan memiliki fungsi kontrol yang baik terhadap berbagai kebijakan pemerintah.

Ketika DPR hanya bisa menjadi lembaga negara yang menerima gaji tiap bulan, namun tidak dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai checks and balances eksekutif (Pemerintah), maka sebaiknya NU mengambil peran untuk memperjuangkan aspirasi rakyat, khususnya Warga Nahdliyin.

Saat ini tingkat elektabilitas Prabowo Subianto di mata rakyat sudah anjlok, tinggal 30 an persen lebih, kalau PBNU di bawah kepemimpinan Gus Kikin masih menempel ke Prabowo dan tidak bisa menjaga jarak dengan baik, sebagaimana Ketum PBNU sebelumnya (Gus Yahya), maka NU akan terkena imbasnya, ikut-ikutan tidak disukai lagi oleh masyarakat.

Saya pribadi tidak mempunyai kepentingan apa-apa, tidak memiliki persoalan apa-apa dengan Gus Kikin. Apalagi saya dahulu ketika masih mondok di Pesantren Tebuireng, hampir tiap pagi dan malam selalu berdoa dan mengaji al-Qur’an di Makam Hadlrat Al Syaikh KH. Hasyim Al Asy’ari pendiri NU dan buyut Gus Kikin, yang sekarang disana juga terdapat makam KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Saya dahulu juga kadang sholat berjamaah di Pondok Seblak Jombang dan diimami oleh ayah Gus Kikin, alm. KH. Mahfudz Anwar, kalau saya sedang mengunjungi teman-teman sekolah saya yang mondok di Seblak Tebuireng dan yang letaknya tidak jauh dari Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.

Jadi, malahan menjadi kebanggaan tersendiri bagi saya, ketika Gus Kikin terpilih sebagai Ketum PBNU, karena itu akan menaikkan pamor Pondok Pesantren Tebuireng dan para santri serta alumnusnya. Oleh sebab itu mengingatkan Gus Kikin untuk tidak terlalu lengket dengan penguasa, merupakan tanggung jawab moral saya.

Gus Kikin sebaiknya fokus untuk menjadikan NU sebagai wadah perjuangan bagi kemajuan perekonomian, pendidikan dan dakwah Islam Jam’iyah Nahdliyin. Jangan sampai PBNU dijadikan markas para makelar tambang dan makelar politik penguasa, hingga lambang NU dibuat bahan tertawaan banyak orang, dengan menambahkan banyak lilitan tambang di bola dunianya.

Akhirul kalam, Gus…Selamat ya panjenengan telah terpilih sebagai Ketum Tafidziyah PBNU di Muktamar ke 35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang (27-31 Agustus 2026). Doa saya semoga panjenengan amanah, sayang pada Warga Nahdliyin dan sayang pula pada bangsa dan negara Indonesia yang kita cintai ini. Jangan pernah tergoda oleh silaunya istana, sebab jika panjenengan sampai tergoda, maka para Muassis (pendiri) NU akan sangat bersedih di alam kuburnya.

Saya akan tetap mendukung kepemimpinan panjenengan di PBNU, namun izinkan saya juga akan selalu mengawasi dan mengkritisi kebijakan PBNU, jika PBNU dibawah kepemimpinan panjenengan sudah melenceng jauh dari tujuan didirikannya NU. Salam takzim

Saiful Huda Ems (SHE). Alumnus Pondok Pesantren Tebuireng Jombang (1985-1991), serta alumnus Berlin Jerman (1991-1995).

Penulis: Saeful Huda EMS

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Jakarta

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA