Penulis: Azwan Anas
Editor: Liber Simbolon

Kepulauan Meranti, Beritapresisi.com – Kondisi jembatan penghubung jalur laut yang berada di Desa Dedap, Kecamatan Tasik Putri Puyu, Kabupaten Kepulauan Meranti, semakin memprihatinkan. Jembatan yang menjadi satu-satunya akses penghubung bagi masyarakat tersebut kini mengalami kerusakan cukup parah dan dikhawatirkan sewaktu-waktu dapat ambruk serta membahayakan keselamatan warga.
Jembatan yang telah berusia hampir 20 tahun itu dibangun pada masa Kabupaten Bengkalis, sebelum wilayah Kepulauan Meranti dimekarkan menjadi kabupaten sendiri. Namun, menurut masyarakat, hingga saat ini belum pernah dilakukan perawatan secara menyeluruh oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti setelah pemekaran.
Jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat Desa Dedap dan wilayah sekitarnya, khususnya sebagai jalur transportasi laut serta penunjang aktivitas perekonomian masyarakat. Para petani dan pedagang menggunakan akses tersebut untuk mengangkut dan menjual hasil pertanian ke daerah lainnya.
Pantauan Beritapersisi Dilokasi terhadap kondisi jembatan menunjukkan sejumlah bagian material telah mengalami keropos. Beberapa tiang penyangga bahkan disebut telah tumbang ke dasar laut. Sementara itu, lantai beton jembatan juga mengalami banyak keretakan sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat yang setiap hari menggunakan akses tersebut.
Masyarakat khawatir kondisi tersebut dapat menyebabkan jembatan ambruk
secara tiba-tiba dan berpotensi menimbulkan korban jiwa.
Pemerintah Desa Dedap mansur sendiri telah berupaya melakukan gotong royong untuk memperbaiki sejumlah bagian lantai beton secara swadaya. Namun, perbaikan tersebut hanya bersifat sementara sebagai langkah antisipasi agar aktivitas masyarakat, terutama petani yang hendak membawa hasil panen, tidak sepenuhnya terhambat.
Kepala Desa Dedap, Mansur, mengatakan pihaknya telah beberapa kali mengusulkan kepada instansi terkait agar kondisi jembatan tersebut mendapat perhatian dan segera dilakukan pembangunan atau perbaikan secara menyeluruh.
“Jembatan tersebut usianya sudah tua dan kondisinya sangat memprihatinkan.
Jembatan ini dibangun pada masa pemerintahan Kabupaten Bengkalis, sebelum pemekaran menjadi Kabupaten Kepulauan Meranti. Diperkirakan usianya hampir 20 tahun,” ujar Mansur.
Menurutnya, jembatan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat Desa Dedap karena menjadi akses transportasi dan penghubung jalur laut menuju wilayah kepulauan lainnya.
“Jembatan ini merupakan transportasi masyarakat Desa Dedap, sebagai penghubung jalur laut ke kepulauan lainnya. Para pedagang maupun petani menggunakan akses ini untuk menjual hasil panen ke daerah lainnya,”
sambung Mansur.
Mansur berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Dinas Perhubungan dapat segera turun ke lapangan dan mengambil langkah konkret sebelum kondisi jembatan semakin parah.
Hal senada disampaikan salah seorang warga Desa Dedap saat ditemui wartawan BeritaPresisi. Warga tersebut berharap Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, Dinas Perhubungan, dan Dinas PUPR dapat segera merespons keluhan masyarakat.
“Kami berharap keluhan dan suara dari rakyat kecil ini benar-benar didengar. Masyarakat hanya bisa menunggu, sementara kondisi jembatan semakin memprihatinkan dan janji yang kami harapkan belum kunjung ada kepastian,” pungkasnya.
Masyarakat berharap pemerintah segera melakukan pemeriksaan teknis serta mengambil langkah penanganan terhadap jembatan tersebut demi keselamatan warga dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat Desa Dedap dan wilayah sekitarnya. (Azwan Anas)
Penulis: Azwan Anas
Editor: Liber Simbolon
Sumber Foto: Biro Kepulauan Meranti
Tidak ada komentar