Hotline News

Di Tengah Pemangkasan Anggaran, Rapidin Simbolon Salurkan PIP Rp345 Juta untuk 550 Pelajar Samosir

waktu baca 3 menit

Penulis: Ranto.S

Editor: Liber Simbolon

Minggu, 19 Jul 2026 17:28 24

 

Samosir, BeritaPresisi – Di saat anggaran negara dan daerah dipangkas, kabar baik datang untuk dunia pendidikan di Kabupaten Samosir. Anggota DPR RI Komisi XIII dari Fraksi PDI Perjuangan, Rapidin Simbolon, menyalurkan Program Indonesia Pintar atau PIP senilai Rp345,45 juta kepada 550 pelajar SD, SMP, dan SMA, Minggu (19/7/2026).

Penyaluran berlangsung di Rumah Aspirasi Rapidin Simbolon–Sorta Ertaty Siahaan, Jalan Putri Lopian, Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan. Sejak pagi lokasi sudah dipadati pelajar bersama orang tua. Ada yang membawa map berisi fotokopi Kartu Keluarga, ada yang duduk menunggu giliran sambil menenteng tas sekolah.

Bantuan menyasar pelajar dari 6 kecamatan: Pangururan, Ronggur Nihuta, Harian, Sianjur Mula-Mula, Sitio-tio, dan Simanindo. PIP sendiri merupakan program pemerintah untuk peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tidak putus sekolah.

Rapidin mengakui tahun ini kuota yang didapat sangat terbatas. Penyebabnya jelas: keuangan negara sedang dalam masa penyesuaian. Dampaknya merembet ke bawah, anggaran Pemkab hingga Pemdes juga ikut terpangkas.

“Yang bisa kami perjuangkan pada tahap ini sebanyak 550 penerima. Anggaran negara memang sedang tidak baik sehingga kami harus berebut memperjuangkannya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan biaya pendidikan anak-anak kita, mulai dari SD, SMP, hingga SMA,” ujar Rapidin di hadapan penerima.

Meski duduk di Komisi XIII yang membidangi hukum dan HAM, Rapidin mengaku tidak berhenti di situ. Kuota ini ia kejar bersama Fraksi PDI Perjuangan melalui koordinasi lintas komisi di DPR RI.

“Ini saya perjuangkan lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan. Bukan hanya pendidikan, tetapi juga program-program lain yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk sektor pertanian,” jelasnya.

Secara rinci, bantuan dibagi sesuai jenjang. Sebanyak 430 siswa SD menerima Rp450 ribu per orang dengan total Rp193,5 juta. Untuk 61 siswa SMP, masing-masing mendapat Rp750 ribu atau total Rp45,75 juta. Sementara 59 siswa SMA menerima paling besar, Rp1,8 juta per siswa, total Rp106,2 juta.

Total keseluruhan mencapai Rp345,45 juta. Nominal yang menurut Rapidin tidak besar, tapi cukup untuk menutup biaya buku, seragam, dan transportasi selama beberapa bulan.

Bagi orang tua di Samosir, PIP hari ini punya arti lebih dari sekadar uang. Di tengah harga kebutuhan pokok yang naik dan pendapatan yang seret, bantuan ini jadi penopang agar anak tetap bisa ke sekolah.

Perwakilan orang tua, Josraidi Situgkir, menyampaikan terima kasih langsung di lokasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Rapidin dan Ibu Sorta Ertaty yang terus memperjuangkan masyarakat dan tetap peduli terhadap pendidikan, khususnya bagi anak-anak di Samosir,” kata Josraidi.

Penyaluran PIP ini sekaligus jadi pengingat: ketika negara sedang “diet” anggaran, peran wakil rakyat untuk mengawal program kerakyatan diuji. Dan untuk 550 keluarga di Samosir, perjuangan itu hari ini terbayar lunas dalam bentuk buku, seragam, dan kepastian anak mereka tetap bisa belajar. (Ranto.S)

Penulis: Ranto.S

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Samosir

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA