Hotline News

Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) Gelar Munas XVII di Balikpapan, Luky A. Yusgiantoro Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum

waktu baca 3 menit

Penulis: Liber S

Editor: Liber Simbolon

Sabtu, 12 Sep 2026 11:32 7

 

Balikpapan, BeritaPresisi.com – Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) resmi membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVII di Hotel Novotel Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (11/9/2026). Perhelatan empat tahunan ini bertepatan dengan dinamika pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) dan menjadi panggung konsolidasi gagasan, evaluasi kepengurusan, serta perumusan arah strategis organisasi dalam merespons tantangan nasional maupun global.

​Munas XVII ISKA mengusung tema “Merawat Harapan, Menguatkan Persaudaraan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045: Mewujudkan Keadilan dan Kesejahteraan, Memperkuat Demokrasi, Kedaulatan Bangsa, Kemanusiaan, Persaudaraan, dan Keutuhan Ciptaan.”

​Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Uskup Agung Samarinda, Mgr. Yustinus Hardjosusanto, MSF, bersama jajaran imam selebran untuk menegaskan dimensi spiritualitas serta komitmen pelayanan sarjana Katolik. Acara ini juga mendapat apresiasi secara virtual dari Menteri Agama RI dan Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

​Dalam persidangan yang dipimpin oleh Luky A. Yusgiantoro dengan didampingi Arie Sulistiono dan Joni Sinatra Ginting, ISKA memaparkan Dokumen Pokok-Pokok Pikiran dan Rekomendasi Kemasyarakatan. Dokumen ini menekankan bahwa Indonesia sedang memasuki fase krusial menuju Indonesia Emas 2045 di tengah pergeseran geopolitik, kemajuan kecerdasan artifisial (AI), krisis ekologis, hingga dinamika ekonomi global.

​Luky A. Yusgiantoro menegaskan bahwa bonus demografi dan kekayaan alam tidak secara otomatis menjamin tercapainya cita-cita Indonesia Emas 2045 tanpa keberanian moral dan kepastian hukum.

​“Pertumbuhan ekonomi harus disertai pemerataan dan pekerjaan yang layak. Demokrasi harus berkembang menjadi demokrasi substantif yang menjunjung etika, kebebasan sipil, dan akuntabilitas. Kehadiran sarjana Katolik di ruang publik bukan untuk membangun eksklusivisme identitas, melainkan menghadirkan kompetensi, integritas, dan keberpihakan pada kebaikan bersama (bonum commune),” tegas Luky.

 

10 Agenda Strategis ISKA untuk Bangsa

​Sebagai kontribusi konkret bagi pemerintah dan masyarakat, ISKA menetapkan 10 Agenda Strategis yang berakar pada Pancasila, UUD 1945, dan Ajaran Sosial Gereja:

  1. Pancasila sebagai Etika Publik: Menjadikan Pancasila sebagai titik temu kebangsaan dan panduan moral bernegara.
  2. Demokrasi Substantif & Negara Hukum: Mewujudkan penegakan hukum yang berintegritas dan menjamin keadilan sosial.
  3. Ekonomi Inklusif & Berkeadilan: Mendorong pertumbuhan ekonomi yang produktif, berkelanjutan, dan merata.
  4. Peningkatan SDM & Pendidikan: Menguatkan riset, peran perempuan, serta kapasitas generasi muda.
  5. Penguatan Kohesi Sosial: Merawat toleransi, keberagaman budaya, dan meningkatkan literasi digital.
  6. Kedaulatan & Ketahanan Nasional: Merespons dinamika geopolitik melalui ketahanan multidimensi.
  7. Perhitungan HAM & Ruang Sipil: Menjamin kebebasan beragama dan menjaga martabat manusia.
  8. Transformasi Teknologi Etis: Mengembangkan kecerdasan artifisial (AI) dan teknologi digital yang berpusat pada kemanusiaan.
  9. Ekologi & Keutuhan Ciptaan: Menjadikan kelestarian lingkungan sebagai arus utama kebijakan pembangunan.
  10. Penguatan Peran Intelektual ISKA: Menegaskan peran ISKA sebagai wadah pemikiran (think tank) dan pengabdi kebaikan bersama.

Kepemimpinan Berlanjut

​Melalui Munas XVII ini, organisasi cendekiawan yang telah berdiri lebih dari enam dekade tersebut mempertegas posisinya sebagai think tank, intellectual watchdog, bridge builder, knowledge network, dan leadership factory.

​Dalam keputusan sidang Munas pada Sabtu (12/9/2026), Luky A. Yusgiantoro, B.Sc., M.Sc., Ph.D. resmi terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua Presidium Pusat (PP) ISKA periode 2026–2030.

​ISKA menegaskan bahwa identitas sebagai warga negara Indonesia dan umat Katolik adalah dua hal yang saling menguatkan. Dokumen rekomendasi yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi peta jalan (roadmap) bagi kontribusi intelektual warga ISKA, sekaligus ajakan terbuka kepada pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama merawat harapan bangsa. (Rel/Liber S)

Penulis: Liber S

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Dokumen ISKA

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA