Hotline News

INPEST Investigasi Proyek Rekonstruksi Jalan Simpang Lago–Sorek, Soroti Kemacetan dan Kebut Target Penyelesaian

waktu baca 2 menit

Penulis: Amiruddin Y

Editor: Febyola Stefani

Sabtu, 19 Sep 2026 04:15 30

Pekanbaru, BeritaPresisi.com – Lembaga Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) melakukan investigasi terhadap pelaksanaan proyek rekonstruksi Jalan Simpang Lago–Sorek yang berada di bawah Satuan Kerja Wilayah II Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau.

Proyek yang dikerjakan oleh PT Global Jaya Maritimindo tersebut tercatat memiliki nilai kontrak sebesar Rp177.434.427.265,11. Berdasarkan hasil pemantauan lapangan INPEST, progres pekerjaan diperkirakan telah mencapai sekitar 60 persen.

Ketua Umum DPN INPEST, Ir. Ganda Mora, S.H., M.Si, mengatakan proyek rekonstruksi tersebut memiliki posisi strategis karena ruas Simpang Lago–Sorek merupakan salah satu akses penting bagi transportasi masyarakat maupun kegiatan industri yang menghubungkan jalur lintas timur Sumatera.

“Proyek ini sangat penting, terutama untuk mengantisipasi persoalan banjir yang kerap terjadi pada musim hujan dan dapat menghambat arus transportasi di jalur lintas timur Sumatera,” ujar Ganda Mora kepada wartawan, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, tingginya aktivitas kendaraan, termasuk kendaraan bertonase besar, membuat proses pembangunan harus dilakukan secara efektif dan terukur. Apalagi, selama pekerjaan berlangsung diterapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas pada sejumlah titik pekerjaan.

“Kondisi di lapangan saat ini terdapat sistem buka-tutup, sehingga pada waktu tertentu terjadi antrean kendaraan yang cukup panjang. Kita memahami bahwa pekerjaan konstruksi membutuhkan pengaturan lalu lintas, tetapi jangan sampai pelaksanaannya justru terlalu lama mengganggu mobilitas masyarakat dan aktivitas industri,” katanya.

INPEST berharap kontraktor dapat meningkatkan efektivitas pekerjaan dengan tetap mengutamakan kualitas konstruksi, keselamatan pengguna jalan, serta pengaturan lalu lintas selama masa pelaksanaan proyek.

Ganda Mora juga menyebut berdasarkan hasil pemantauan INPEST, proyek tersebut diharapkan dapat diselesaikan sesuai target, yakni pada awal tahun 2027. Namun, percepatan pekerjaan menurutnya tetap harus dilakukan secara proporsional dan tidak mengorbankan mutu konstruksi.

“Kami berharap pihak kontraktor bekerja lebih efektif agar proyek ini dapat segera selesai. Tetapi percepatan jangan sampai mengurangi kualitas pekerjaan. Mutu dan ketahanan jalan harus menjadi prioritas karena ruas ini akan digunakan oleh kendaraan masyarakat dan kendaraan industri dengan intensitas yang tinggi,” tegasnya.

INPEST, lanjut Ganda Mora, akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan proyek, termasuk progres pekerjaan, kualitas konstruksi, manajemen lalu lintas selama pembangunan, serta kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan kontrak dan standar pekerjaan jalan nasional.

“Kita ingin proyek ini benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat. Setelah selesai, jangan hanya terlihat bagus secara fisik, tetapi harus memiliki kualitas dan daya tahan yang sesuai dengan fungsi jalan tersebut,” pungkas Ganda Mora.

Penulis: Amiruddin Y

Editor: Febyola Stefani

Sumber Foto: DPP INPEST

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA