Penulis: Fernando Hasibuan
Editor: Liber Simbolon

TOBA, BeritaPresisi.Com – Pengerjaan proyek perbaikan jalan di Desa Lumban Rau Selatan, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, menuai kritik tajam dari masyarakat setempat. Pasalnya, proyek bernilai ratusan juta rupiah tersebut dinilai dikerjakan asal jadi dan tidak sesuai harapan warga.
Berdasarkan data yang tertera pada plang informasi proyek milik Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Toba, pengerjaan proyek bertajuk Jalan di Desa Lumban Rau Selatan Kec. Habinsaran tersebut menelan anggaran sebesar Rp199.400.000,- yang bersumber dari APBD Kabupaten Toba TA. 2026. Proyek ini dikerjakan oleh pihak penyedia jasa CV. HOT MARTUA NETWORK dengan nomor SPK 12/SPK/PPK/BM/PUTR/2026.
Namun, pelaksanaan di lapangan justru memicu kekecewaan warga. Sejumlah masyarakat mengeluhkan kualitas pengaspalan yang dinilai buruk dan diduga didominasi campuran pasir, sehingga dikhawatirkan tidak akan bertahan lama.
Tak hanya persoalan fisik jalan, kejanggalan lain yang memicu tanda tanya besar adalah keberadaan plang nama proyek. Warga menyoroti plang informasi kegiatan baru didirikan setelah pengerjaan proyek dinyatakan selesai. Padahal, secara aturan keterbukaan informasi publik, papan proyek wajib dipasang sejak awal pengerjaan sebagai bentuk transparansi anggaran.
“Hasilnya sangat mengecewakan, kualitas pengaspalannya tampak asal jadi dan dominan campuran pasir. Pinggiran jalan dilubangi tanpa memikirkan sebab dan akibat. Yang makin aneh, kenapa plang proyek baru dipasang setelah pekerjaan selesai? Ini terkesan formalitas belaka untuk menutupi proses awal,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan publik ini memicu desakan agar instansi terkait, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Toba serta aparat pengawas eksternal, segera turun ke lokasi untuk melakukan tinjauan fisik dan mengevaluasi kinerja pelaksana proyek.
Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya mengonfirmasi pihak kontraktor CV. HOT MARTUA NETWORK maupun Dinas PUTR Kabupaten Toba guna mendapatkan klarifikasi resmi terkait dugaan pengerjaan asal-asalan serta keterlambatan pemasangan plang informasi tersebut.
Fernando Hasibuan
Penulis: Fernando Hasibuan
Editor: Liber Simbolon
Sumber Foto: Biro Toba
Tidak ada komentar