Penulis: Syahwani
Editor: Febyola Stefani


TEMBILAHAN, beritapresisi.com – Kecamatan Tanah merah, Kuala Enok, Indragiri Hilir- Rabu 17 2026- Bencana alam berupa tanah longsor akibat abrasi sungai terjadi di dua lokasi pemukiman padat penduduk di Kelurahan Kuala Enok, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Selasa (16/06/2026).
Peristiwa tersebut mengakibatkan belasan bangunan milik warga serta sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp320 juta.
Berdasarkan laporan resmi Polsek Tanah Merah, lokasi pertama longsor terjadi sekitar pukul 09.45 WIB di Jalan Merdeka RT 001 RW 001, Kelurahan Kuala Enok.
Longsor yang diduga dipicu abrasi sungai tersebut mengakibatkan lima bangunan mengalami kerusakan ringan dan satu bangunan mengalami kerusakan berat.
Bangunan yang terdampak antara lain toko sembako milik Aming, rumah sekaligus toko sembako milik Riko Hardinata, rumah milik Piakbung, tempat hiburan Biliard milik Sayuti Setiawan, serta warung kopi milik Ronny Satria Wirawan.
Dari sejumlah bangunan tersebut, tempat usaha milik Sayuti Setiawan mengalami kerusakan paling parah, sementara bangunan lainnya mengalami kerusakan ringan.
Selain bangunan milik warga, sebuah rumah ibadah umat Buddha dan area pelabuhan umum juga turut terdampak akibat pergeseran tanah yang terjadi di sepanjang bantaran sungai.
Peristiwa pertama kali diketahui oleh Aming saat sedang berada di dalam tokonya. Ia mengaku mendengar suara gemuruh dari arah belakang bangunan. Ketika keluar untuk memeriksa keadaan, ia melihat tanah di belakang tokonya bergerak dan menyebabkan bangunan mulai miring ke arah sungai.
Menyadari adanya bahaya longsor, Aming segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar, Warga yang mendengar teriakan tersebut langsung berdatangan dan bersama-sama membantu mengevakuasi barang-barang milik korban untuk menghindari kerugian yang lebih besar.
Akibat kejadian di Jalan Merdeka tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta. Beruntung tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 10.00 WIB, longsor kembali terjadi di Jalan AEC Kampung Jawa RT 001 RW 006, Kelurahan Kuala Enok.
Di lokasi kedua ini, tiga rumah mengalami kerusakan berat dan lima rumah mengalami kerusakan ringan. Selain itu, sekitar lima meter badan jalan umum ambruk dan mengalami retakan akibat pergeseran tanah.
Rumah yang mengalami kerusakan berat masing-masing milik Nurdin J (79), Jumanto (42), dan M. Rusdi (37). Sementara rumah milik Saidi, Amiruddin, Joko Satriano, Suriyanto, dan Dedi Arizal mengalami kerusakan ringan.
Menurut keterangan warga, peristiwa tersebut bermula ketika Nurdin J sedang berada di dalam rumahnya. Ia mendengar suara papan patah dari bagian belakang rumah. Saat keluar untuk melihat kondisi bangunan, ia mendapati tanah di bawah rumah mulai bergerak dan menyebabkan bangunan miring ke arah sungai,
Nurdin kemudian berteriak memperingatkan warga sekitar agar segera keluar dari rumah masing-masing. Tidak lama kemudian, bagian belakang atau dapur rumah miliknya runtuh akibat tanah yang terus bergerak. Warga setempat pun langsung melakukan evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.
Akibat longsor di Jalan AEC Kampung Jawa tersebut, kerugian material diperkirakan mencapai Rp120 juta. Sama seperti kejadian sebelumnya, tidak terdapat korban jiwa dalam musibah tersebut.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, total terdapat 14 bangunan milik warga, 1 rumah ibadah umat Buddha, 1 pelabuhan umum, serta sekitar 5 meter badan jalan yang terdampak akibat bencana abrasi dan longsor tersebut.
Dugaan sementara, kedua peristiwa longsor tersebut disebabkan oleh abrasi sungai yang terus menggerus bantaran di kawasan pemukiman warga. Kondisi air sungai yang sedang surut saat kejadian diduga mempercepat terjadinya pergeseran tanah pada area yang telah mengalami pengikisan dalam waktu yang cukup lama.
Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Kecamatan Tanah Merah, Polsek Tanah Merah, Koramil 02 Tanah Merah, bersama masyarakat setempat masih melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta membantu proses evakuasi barang-barang yang masih dapat diselamatkan.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan untuk sementara ditempatkan di rumah kerabat dan warga sekitar hingga kondisi dinyatakan aman.
Sebagai langkah penanganan awal, petugas telah memasang garis polisi (police line) di lokasi longsor, membantu evakuasi barang milik warga, melakukan pendataan terhadap korban dan saksi, serta mendirikan posko bantuan untuk masyarakat terdampak.
Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan, terutama pada kawasan yang telah mengalami abrasi dan retakan tanah.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak terkait mengenai pentingnya penanganan abrasi sungai dan penguatan kawasan bantaran sungai guna mencegah terjadinya bencana serupa yang dapat mengancam keselamatan masyarakat di masa mendatang.
Penulis: Syahwani
Editor: Febyola Stefani
Sumber Foto: Biro Indragiri Hilir
Tidak ada komentar