Hotline News

KM Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Meninggal dan 108 Selamat; 129 Orang Masih Dicari

waktu baca 6 menit
Minggu, 13 Sep 2026 13:47 9

Kapal rute Surabaya–Banjarmasin membawa 243 orang saat kehilangan kontak pada Minggu dini hari. Nakhoda sebelumnya dilaporkan menginformasikan kondisi laut buruk dan kapal mulai miring. Pantauan udara kemudian menemukan kapal dalam posisi terbalik. Operasi SAR gabungan kini berpacu dengan waktu mencari lebih dari seratus orang yang belum ditemukan.

BANJARMASIN – BeritaPresisi.com

Musibah pelayaran terjadi di perairan Laut Jawa setelah KM Virgo Transport 8, kapal yang melayani perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, kehilangan kontak pada Minggu (13/9/2026) dini hari.

Kapal tersebut kemudian ditemukan dalam kondisi terbalik, dengan bagian bawah lambung masih terlihat di atas permukaan laut.

Berdasarkan perkembangan informasi hingga Minggu malam, sedikitnya enam orang dilaporkan meninggal dunia. Data terbaru yang dikutip Reuters dari otoritas pencarian dan pertolongan Indonesia menyebutkan 108 orang berhasil diselamatkan, sedangkan 129 orang masih dalam pencarian.

Data tersebut masih bersifat dinamis mengingat operasi pencarian dan penyelamatan terus berlangsung.

243 Orang Berada di Atas Kapal

KM Virgo Transport 8 diketahui bertolak dari Surabaya pada Sabtu (12/9/2026) menuju Banjarmasin.

Berdasarkan data manifes yang dilaporkan Associated Press, terdapat 243 orang di atas kapal, terdiri atas 213 penumpang dan 30 awak kapal. Kapal juga dilaporkan membawa 89 kendaraan.

Dalam perjalanan melintasi Laut Jawa, kapal menghadapi kondisi cuaca dan perairan yang memburuk.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin I Putu Sudayana menyampaikan bahwa nakhoda sempat melaporkan kondisi laut bergelombang. Ketinggian gelombang dilaporkan mencapai sekitar 3 meter.

Setelah itu muncul informasi bahwa kapal mulai mengalami kemiringan.

Komunikasi dengan KM Virgo Transport 8 kemudian terputus sekitar pukul 02.00 WITA.

Informasi mengenai kondisi darurat kapal diterima Kantor SAR Banjarmasin sekitar pukul 04.10 WITA dari pihak perusahaan atau operator kapal.

Operasi SAR segera digerakkan. KN SAR Laksmana diberangkatkan sekitar pukul 05.30 WITA menuju lokasi terakhir kapal.

Pantauan Udara Temukan Kapal dalam Posisi Terbalik

Perkembangan penting muncul ketika pemantauan udara berhasil menemukan keberadaan KM Virgo Transport 8.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan laporan dari helikopter yang melintas menunjukkan kapal berada dalam posisi terbalik.

Pantauan udara memperlihatkan bagian bawah lambung kapal masih berada di atas permukaan laut.

Temuan tersebut sekaligus memperjelas informasi awal mengenai kondisi kapal. KM Virgo Transport 8 tidak sepenuhnya hilang ke dasar laut, tetapi ditemukan dalam posisi terbalik.

Meski kondisi cuaca buruk menjadi bagian penting dari kronologi sebelum kecelakaan, penyebab pasti insiden belum dapat disimpulkan.

Investigasi nantinya diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat faktor teknis, stabilitas kapal, distribusi muatan, kondisi cuaca, operasional pelayaran, atau faktor lain yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Kapal di Sekitar Lokasi Jadi Penolong Pertama

Di tengah situasi darurat, sejumlah kapal yang berada di sekitar lokasi ikut melakukan pertolongan terhadap para korban.

Korban antara lain dievakuasi oleh TB Mauhaw IX, TB TCP, dan MV Haida.

Dalam perkembangan operasi pada Minggu siang, Basarnas sempat mencatat 103 orang telah dievakuasi.

Sebanyak 16 orang dievakuasi oleh TB Mauhaw IX, 38 orang oleh TB TCP, dan 49 orang oleh MV Haida. Dalam kelompok yang dievakuasi TB Mauhaw IX saat itu, seorang korban dilaporkan meninggal dunia.

Operasi terus berkembang.

Jumlah korban yang berhasil ditemukan kemudian meningkat menjadi 107 orang dengan enam korban meninggal dunia, sebelum pembaruan berikutnya menyebut 108 orang telah berhasil diselamatkan.

Dengan total manifes 243 orang, data sementara hingga Minggu malam menunjukkan 129 orang masih dalam pencarian.

SAR Gabungan Berpacu dengan Waktu

Besarnya jumlah korban yang belum ditemukan membuat operasi SAR dilakukan secara besar-besaran.

Basarnas bersama TNI AL, Polri dan unsur terkait mengerahkan berbagai sarana laut maupun udara untuk menyisir lokasi kecelakaan dan memperluas area pencarian mengikuti kemungkinan pergerakan arus laut.

Polri dilaporkan mengerahkan tiga kapal polisi dan dua helikopter, serta personel Disaster Victim Identification (DVI) untuk mendukung operasi dan proses identifikasi korban.

Pencarian tidak hanya difokuskan di sekitar badan KM Virgo Transport 8.

Tim gabungan juga menyisir kawasan yang diperkirakan menjadi arah hanyut korban dengan mempertimbangkan kondisi gelombang, angin dan arus laut.

Dalam operasi semacam ini, kecepatan pencarian menjadi faktor sangat penting, terutama untuk menemukan korban yang kemungkinan masih bertahan menggunakan alat keselamatan atau benda terapung.

Lokasi Terakhir Sekitar 80 Mil Laut dari Banjarmasin

Informasi awal Basarnas mencatat posisi terakhir KM Virgo Transport 8 berada pada koordinat sekitar 4°31’51.82″ LS dan 114°2’6.88″ BT.

Lokasi tersebut diperkirakan berjarak sekitar 80 nautical mile atau mil laut dari Dermaga SAR Basirih, Banjarmasin.

Associated Press menyebut posisi terakhir kapal berada sekitar 148 kilometer dari Banjarmasin.

Jarak yang cukup jauh dari daratan, ditambah gelombang dan kondisi cuaca di Laut Jawa, menjadi tantangan besar bagi tim SAR.

Keluarga Penumpang Menunggu Kepastian

Sementara operasi berlangsung di tengah laut, suasana penuh kecemasan menyelimuti keluarga para penumpang.

Sejumlah keluarga menunggu informasi mengenai keberadaan anggota keluarga mereka setelah komunikasi dengan penumpang terputus.

Setiap perkembangan data dari tim SAR menjadi informasi yang sangat ditunggu, terutama bagi keluarga penumpang yang hingga Minggu malam belum memperoleh kepastian.

Pemerintah daerah di Kalimantan Selatan turut menyampaikan keprihatinan dan dukacita atas musibah tersebut.

Penanganan korban dan dukungan terhadap operasi pencarian menjadi prioritas selama masa tanggap darurat.

KM Virgo Transport 8 Dibangun Tahun 1987

Di tengah musibah tersebut, usia KM Virgo Transport 8 turut menjadi perhatian.

Associated Press melaporkan kapal dengan panjang sekitar 119 meter itu dibangun di Jepang pada 1987.

Artinya, pada 2026 kapal tersebut telah berusia sekitar 39 tahun.

Namun, usia kapal tidak dapat secara otomatis dijadikan dasar untuk menyimpulkan penyebab kecelakaan.

Kelayakan sebuah kapal ditentukan oleh berbagai aspek, termasuk kondisi teknis aktual, pemeliharaan, sertifikasi, pemeriksaan keselamatan, sistem navigasi, stabilitas, kondisi muatan hingga kepatuhan terhadap ketentuan pelayaran.

Karena itu, diperlukan pemeriksaan teknis dan investigasi resmi sebelum dapat ditentukan apakah kondisi kapal memiliki hubungan dengan kecelakaan.

Investigasi Harus Menjawab Sejumlah Pertanyaan

Setelah prioritas pencarian dan penyelamatan korban selesai, tragedi KM Virgo Transport 8 akan menyisakan sejumlah pertanyaan penting yang harus dijawab melalui investigasi.

Di antaranya mengenai kondisi teknis kapal sebelum keberangkatan, distribusi penumpang dan kendaraan, stabilitas kapal, informasi prakiraan cuaca sebelum dan selama pelayaran, hingga tindakan yang dilakukan ketika kapal mulai mengalami kemiringan.

Rekaman komunikasi antara nakhoda dan operator maupun otoritas terkait juga dapat menjadi bagian penting dalam merekonstruksi menit-menit sebelum kapal kehilangan kontak.

Pemeriksaan terhadap sistem keselamatan serta sertifikat dan riwayat pemeliharaan kapal juga diperlukan untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai penyebab kecelakaan.

Menteri Perhubungan menegaskan penyebab pasti insiden masih dalam penyelidikan.

Karena itu, belum tepat menyimpulkan adanya kelalaian atau kesalahan pihak tertentu sebelum hasil investigasi resmi diperoleh.

129 Orang Masih Dicari, Harapan Belum Padam

Hingga Minggu malam, operasi pencarian belum berakhir.

Di tengah Laut Jawa, kapal-kapal SAR, unsur TNI-Polri, kapal sipil dan armada udara terus melakukan penyisiran.

Berdasarkan penghitungan sementara dari manifes 243 orang, dengan 108 orang dinyatakan selamat dan enam meninggal dunia, masih terdapat 129 orang yang belum ditemukan.

Setiap menit menjadi sangat berarti.

Fokus utama seluruh unsur gabungan saat ini adalah memperluas pencarian dan menemukan sebanyak mungkin korban dalam kondisi selamat.

Tragedi KM Virgo Transport 8 kembali menjadi pengingat mengenai besarnya tantangan keselamatan transportasi laut Indonesia sebagai negara kepulauan.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, harapan keluarga kini tertuju kepada satu hal: semakin banyak penumpang ditemukan dalam keadaan selamat.

Catatan Redaksi BeritaPresisi.com: Informasi jumlah korban dalam berita ini merupakan data sementara hingga Minggu malam, 13 September 2026. Operasi SAR masih berlangsung sehingga jumlah korban selamat, meninggal dunia maupun yang masih dalam pencarian dapat berubah. BeritaPresisi.com akan memperbarui informasi berdasarkan keterangan resmi Basarnas dan otoritas terkait.

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA