Hotline News

Karhutla Kembali Terjadi di Paloh, BPBD Sambas Gerak Cepat Kerahkan Helikopter Water Bombing

waktu baca 3 menit

Penulis: Feby

Editor: Liber Simbolon

Selasa, 2 Jun 2026 14:43 29

Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo Djuhardi Alwi. ST. (Foto-Ist-Sambas-Kalbar)

Sambas, Beritapresisi.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di wilayah Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas bergerak cepat melakukan koordinasi lintas instansi guna mempercepat upaya pengendalian api, Selasa (2/6/2026).

Kepala BPBD Kabupaten Sambas, Alwindo Djuhardi Alwi, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tingkat provinsi maupun pusat untuk meminta dukungan helikopter water bombing dalam penanganan karhutla di wilayah Paloh.

“Kami sudah melakukan koordinasi dan meminta bantuan ke BNPB provinsi dan pusat terkait dukungan helikopter water bombing. Permintaan tersebut telah ditanggapi dan ditindaklanjuti,” ujar Alwindo.

Dukungan operasi udara tersebut difokuskan pada sejumlah titik panas yang terdeteksi di Kecamatan Paloh. Berdasarkan laporan operasi, helikopter water bombing VH-HGM melaksanakan sortie pertama menuju kawasan Pararel Utara, Paloh. Setelah melakukan tiga kali water drop, titik api di lokasi tersebut berhasil dikendalikan dan hanya menyisakan asap tipis.

Operasi selanjutnya diarahkan ke wilayah Tanah Hitam sesuai permintaan satgas darat yang diteruskan melalui BPBD Kabupaten Sambas. Pemadaman kemudian berlanjut ke kawasan Temajuk dan Desa Mentibar guna mempercepat pengendalian kebakaran serta mencegah meluasnya area terdampak.

Selain mengoptimalkan pemadaman, BPBD Kabupaten Sambas juga akan menggelar rapat koordinasi bersama unsur TNI, Polri, pemerintah kecamatan, dan pemerintah desa di wilayah rawan karhutla.

“Kami akan melakukan rapat koordinasi bersama seluruh pihak terkait agar penanganan karhutla semakin maksimal, termasuk mendorong penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang sengaja membakar lahan maupun hutan,” tegas Alwindo.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas serta menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan keselamatan warga.


Langkah cepat BPBD Kabupaten Sambas tersebut mendapat apresiasi dari Sekretaris Yayasan Lingkungan Hidup SALAMBA Kalimantan Barat, Radiman Lah. Menurutnya, koordinasi yang dilakukan hingga berhasil menghadirkan dukungan helikopter water bombing menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengendalikan kebakaran sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kami mengapresiasi respons cepat BPBD Kabupaten Sambas yang langsung berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat penanganan karhutla di Paloh. Langkah ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam melindungi lingkungan serta keselamatan masyarakat,” kata Radiman Lah.

Ia berharap upaya pemadaman yang tengah dilakukan dapat berjalan optimal dan dibarengi dengan penguatan langkah pencegahan serta penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Penanganan karhutla tidak cukup hanya saat kebakaran terjadi. Edukasi kepada masyarakat, pengawasan di wilayah rawan, dan penegakan hukum harus terus diperkuat agar kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang,” tambahnya.

Menurut Radiman, karhutla bukan semata persoalan api yang membakar lahan, melainkan ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem, kesehatan masyarakat, dan masa depan lingkungan.

“Karhutla bukan hanya persoalan api yang membakar lahan, tetapi juga ancaman terhadap ekosistem, kesehatan masyarakat, dan masa depan lingkungan. Karena itu, upaya pencegahan harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat guna mencegah serta menanggulangi karhutla, khususnya di wilayah-wilayah yang selama ini menjadi daerah rawan kebakaran saat musim kemarau.

Penulis: Feby

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: DPD Yayasan Salamba Kalbar

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA