
Bupati Sambas saat rapat membahas Karhutla di Kabupaten Sambas.
Sambas, Beritapresisi.com – Pemerintah Kabupaten Sambas memperkuat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sambas dan kondisi kabut asap yang turut dirasakan masyarakat hingga Rabu (26/8/2026).
Bupati Sambas Satono memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait penanganan karhutla di Aula Sayap Kiri Kantor Bupati Sambas, Senin (24/8/2026).
Dalam rapat tersebut, Satono meminta segera dibentuk posko sebagai pusat koordinasi penanganan karhutla. Posko tersebut diarahkan untuk mempercepat komunikasi lintas sektor, pemantauan kondisi di lapangan, serta koordinasi langkah penanganan.
Selain penanganan kebakaran yang sedang terjadi, Satono menekankan pentingnya upaya pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang dan meluas.
Ia meminta sosialisasi mengenai dampak dan bahaya karhutla dilakukan secara masif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh dan unsur keagamaan.
Menurut Satono, karhutla tidak hanya berdampak terhadap kondisi lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan, pendidikan, aktivitas ekonomi, dan sektor lainnya.
“Karhutla ini berdampak pada berbagai sektor, mulai dari sisi kesehatan, pendidikan, ekonomi, hingga sektor lainnya. Jadi tidak ada alasan lagi untuk tidak bergerak bersama,” tegas Satono.
Pembentukan posko dan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi langkah yang disiapkan Pemkab Sambas untuk merespons kondisi karhutla sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran berikutnya.
Di tengah kondisi kabut asap yang masih dirasakan masyarakat, efektivitas langkah tersebut akan sangat bergantung pada kecepatan respons di lapangan, pemantauan wilayah rawan, serta keterlibatan seluruh pihak dalam mencegah kebakaran kembali terjadi.
Tidak ada komentar