Hotline News

Robertus Juan Pratama Terpilih Pimpin PMKRI Jakarta Barat, Perkuat Kaderisasi Mahasiswa Katolik Menuju 5 Abad Jakarta

waktu baca 3 menit

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Minggu, 1 Nov 2026 05:25 1

Jakarta, BeritaPresisi.com – Robertus Juan Pratama resmi terpilih secara aklamasi sebagai Mandataris RUAC/Formatur Tunggal/Ketua Presidium Terpilih Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Jakarta Barat Sanctus Robertus Bellarminus Periode 2026–2027. Penetapan tersebut berlangsung dalam forum Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) yang diselenggarakan pada 31 Oktober 2026 di Posto Dormire Hotel, Grogol, Jakarta Barat.

Proses persidangan dipimpin oleh Panitia Sidang Ad-Hoc yang terdiri dari Oan Mali selaku Ketua Sidang, Agustina Mangung sebagai Sekretaris Sidang, dan Mario Vianney sebagai Anggota Sidang. Dinamika persidangan berlangsung cukup intens melalui berbagai pembahasan dan perbedaan pandangan, namun tetap mengedepankan semangat persaudaraan sebagai landasan organisasi.

Dalam sambutannya setelah terpilih, Juan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan dan mandat yang diberikan oleh forum. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan bukan sekadar kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama untuk memperkuat organisasi, menjaga solidaritas internal, dan memastikan keberlanjutan kaderisasi.

“PMKRI Jakbar tidak dapat dibangun hanya oleh satu orang, melainkan membutuhkan solidaritas, partisipasi, dan komitmen seluruh kader. Karena itu, prioritas kita adalah memperkuat konsolidasi internal dan semangat fraternitas agar organisasi memiliki fondasi yang semakin solid,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan kaderisasi akan menjadi salah satu agenda utama kepengurusan periode 2026–2027, khususnya melalui pembinaan dan perekrutan calon anggota dari kalangan mahasiswa Katolik di wilayah Jakarta Barat dan sekitarnya.

Menurutnya, PMKRI harus menjadi ruang pembentukan generasi muda yang memiliki kapasitas intelektual, integritas moral, spiritualitas, kepemimpinan, serta kepekaan terhadap persoalan sosial.

“PMKRI harus tetap menjadi rumah pembinaan bagi mahasiswa Katolik. Kaderisasi tidak hanya berorientasi pada penambahan jumlah anggota, tetapi juga pembentukan karakter, kapasitas intelektual, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat,” tambahnya.

 

Robertus Juan turut menekankan pentingnya membangun sinergitas dengan Alumni PMKRI, Gereja Katolik, Perguruan Tinggi, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, DPRD DKI Jakarta, BUMD, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

“Kami ingin membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih kuat dengan berbagai elemen. PMKRI tidak boleh berjalan sendiri. Kita perlu menghadirkan ruang kolaborasi agar gagasan dan energi kader dapat terhubung dengan kebutuhan nyata masyarakat,” pungkas Juan.

Lebih lanjut, ia menilai momentum lima abad Jakarta pada 2027 harus menjadi kesempatan bagi mahasiswa Katolik untuk mengambil bagian dalam pembangunan ibu kota, khususnya dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang berkelanjutan. Menurutnya, transformasi Jakarta tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan manusia, pendidikan, lingkungan, keadilan sosial, dan kesejahteraan masyarakat.

“Generasi muda, termasuk kader PMKRI, tidak boleh hanya menjadi penonton dalam perubahan kota. Kita harus berani memberikan pemikiran, kritik yang konstruktif, serta kontribusi melalui kerja-kerja sosial dan pengabdian masyarakat. Momentum lima abad Jakarta harus menjadi ruang bagi PMKRI untuk menunjukkan relevansi dan kontribusinya bagi masyarakat,” tuturnya.

Menutup sambutannya, Robertus mengajak seluruh kader untuk menjadikan kepengurusan mendatang sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan membangun organisasi yang lebih terbuka, serta bermanfaat.

“Perbedaan pandangan dalam organisasi adalah hal yang wajar, tetapi jangan sampai menghilangkan persaudaraan. Setelah forum ini selesai, tugas kita adalah kembali berjalan bersama, merawat fraternitas, dan membuktikan bahwa PMKRI hadir bukan hanya sebagai organisasi mahasiswa, melainkan sebagai ruang perjuangan dan pengabdian bagi Gereja dan Tanah Air,” tutupnya. (Liber Simbolon)

 

Penulis: Liber Simbolon

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Jakarta

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA