Hotline News

Sugito Siagian Adalah Calon Kades dari Desa Lawe Tua Persatuan

waktu baca 3 menit

Penulis: P.Lubis

Editor: Liber Simbolon

Kamis, 15 Okt 2026 09:21 30

 

Kutacane, BeritaPresisi.com – Kegiatan perhelatan (kontestasi) pemilihan Pengulu Kute (kepala desa) Kute Lawe Tua Persatuan Kecamatan Lawe Sigala- gala Kabupaten Aceh Tenggara untuk periode 2027–2032.  Sugito Siagian mengusung visi desa yang maju, berkeadilan sosial, memiliki tata kelola pemerintahan desa, yang transparan dan bebas dari kesenjangan sosial.

Perhelatan akbar pemilihan kepala desa ini sudah mulai diwarnai dengan penyampaian gagasan, dan komitmen pembangunan desa. Salah satu calon yang menyatakan kesiapan untuk berkontribusi, dalam pembangunan desa tersebut adalah Sugito Siagian, yang mengusung visi mewujudkan desa yang maju, berkeadilan sosial, serta memiliki tata kelola pemerintahan desa, yang transparan dan bebas dari kesenjangan sosial.
Melalui pesan “Mohon Doa dan Pilihannya”, Sugito Siagian mengajak masyarakat untuk memberikan dukungan dan kepercayaan terhadap gagasan pembangunan yang ditawarkannya. Dan, lebih dari sekadar dukungan dalam pemilihan, visi tersebut diharapkan dapat menjadi komitmen nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Hal pendidikan, lansia, dan kehidupan Keagamaan, menjadi prioritas
berdasarkan program yang tercantum dalam materi pencalonannya, Sugito Siagian menempatkan tiga bidang utama sebagai fokus perjuangan, apabila memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Desa Lawe Tua Persatuan.

Ketiga bidang tersebut adalah, pertama, peningkatan kesejahteraan pendidikan dan anak sekolah. Program ini diarahkan pada upaya menjalin kesejahteraan anak-anak sekolah, melalui dukungan fasilitas pendidikan, beasiswa, serta program motivasi belajar. Pendidikan dipandang sebagai salah satu fondasi penting, dalam mempersiapkan generasi muda desa agar memiliki masa depan yang lebih baik.

Kedua, perhatian terhadap kesejahteraan warga lanjut usia. Sugito mencantumkan komitmen untuk memberikan perhatian khusus, kepada kaum lansia melalui dukungan layanan kesehatan gratis dan jaminan sosial.
Program ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial, serta memastikan warga lanjut usia memperoleh perhatian yang layak.

Ketiga, penguatan pembinaan keagamaan. Program ini diarahkan pada pengembangan pembinaan, fasilitas sarana dan prasarana, serta kegiatan keagamaan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis, religius, dan saling menghormati.
Ketiga program tersebut menjadi bagian dari gagasan pembangunan yang menempatkan pendidikan, kepedulian terhadap kelompok rentan, dan keharmonisan sosial sebagai unsur penting, dalam kehidupan bermasyarakat.
Transparansi Pemerintahan dan Keadilan Sosial
Selain menyampaikan program di bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan, visi Sugito Siagian juga menekankan pentingnya pemerintahan desa yang transparan, serta berorientasi pada keadilan sosial.

Tata kelola pemerintahan yang terbuka menjadi salah satu aspek penting, dalam membangun kepercayaan masyarakat. Pengelolaan anggaran, pelaksanaan program pembangunan, dan penentuan prioritas kebutuhan warga, idealnya dilakukan secara transparan, bertanggung jawab, serta dapat dipertanggung-jawabkan kepada masyarakat.
Dengan demikian, pembangunan desa tidak hanya diukur dari kemajuan fisik, tetapi juga dari pemerataan manfaat pembangunan, peningkatan kualitas pelayanan publik, dan keterlibatan masyarakat dalam menentukan arah kemajuan desa.

Adapun visi tersebut sekaligus menjadi harapan agar setiap kebijakan, dan program yang direncanakan nantinya benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, tanpa membedakan latar- belakang maupun kondisi sosial warga.
“Bersama Kita Membangun Desa Aman dan Sejahtera.”
Melalui slogan “Bersama Kita Membangun Desa Aman dan Sejahtera”, Sugito Siagian menekankan pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan kemajuan Desa Kute Lawe Tua Persatuan.
Semangat tersebut mengandung pesan bahwa pembangunan desa, bukan hanya tanggung jawab seorang pemimpin, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga menjadi modal penting, untuk menciptakan lingkungan yang aman, harmonis, dan sejahtera.

Seorang Tokoh masyarakat menilai, gagasan pembangunan yang berpihak pada pendidikan, kesejahteraan lansia, kehidupan keagamaan, dan transparansi pemerintahan, patut menjadi bahan pertimbangan masyarakat, dalam menentukan pilihan, serta menghadirkan perubahan yang akan dapat dirasakan bagi penerima manfaat, oleh seluruh masyarakat desa.
Bersama membangun desa, guna menjaga persatuan, dan mewujudkan kesejahteraan bersama untuk semua.

Saat ini, kegiatan tahapan Pilkades di Aceh Tenggara, yang meliputi 116 desa, dan 15 desa yang akan melakukan Pilkades di Kecamatan Lawe Sigalagala, sudah melaksanakan tahapan uji kelayakan, baca AlQur’an, penetapan DPS ke DPT, dan penetapan nomor urut kandidat. (P. Lubis)

Penulis: P.Lubis

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Aceh Tenggara

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA