Hotline News

Bupati Sambas Hadir di Acara Hari Anti Narkoba Internasional 2026

waktu baca 2 menit

Editor: Radiman Lah

Sabtu, 27 Jun 2026 14:29 7

Bupati Sambas dan Ketua BNN Kabupaten Sambas lakukan potong pita  di Acara Hari Anti Narkoba Internasional 2026

Sambas, beritapresisi.com – Pemerintah Kabupaten Sambas menyatakan komitmennya untuk terus mendukung upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, terutama mengingat posisi Kabupaten Sambas sebagai wilayah perbatasan yang dinilai memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap penyelundupan narkoba.

Komitmen tersebut disampaikan Bupati Sambas, Satono, saat menghadiri puncak peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Tahun 2026 di Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK). Dalam kegiatan itu, Satono hadir didampingi Wakil Bupati Sambas, Heroaldi Djuhardi Alwi, Jumat (26/6/2026)

Menurut Satono, letak geografis Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan dan pemberantasan peredaran narkotika. Kondisi tersebut, kata dia, menuntut pengawasan yang lebih intensif serta kerja sama berbagai pihak.

“Peringatan HANI ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memerangi narkoba. Sambas harus terbebas dari ancaman narkotika demi melindungi generasi penerus,” ujar Satono.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Sambas akan terus mendukung pelaksanaan Program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), termasuk melalui penguatan edukasi kepada masyarakat dan peningkatan pengawasan di kawasan perbatasan.

Satono menilai upaya pemberantasan narkotika tidak dapat dibebankan kepada satu lembaga saja. Menurutnya, diperlukan sinergi antara BNNK Sambas, TNI, Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, lembaga pendidikan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Untuk mewujudkan lingkungan yang bebas dari narkoba, diperlukan keterlibatan semua pihak. Pencegahan hanya akan berhasil apabila dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

Melalui peringatan HANI 2026, pemerintah daerah berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkotika semakin meningkat, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mempersempit ruang gerak jaringan peredaran narkoba, khususnya di wilayah perbatasan Kabupaten Sambas.

Berdasarkan kondisi geografisnya, Kabupaten Sambas merupakan salah satu daerah perbatasan Indonesia-Malaysia yang selama ini menjadi perhatian aparat penegak hukum dalam pengawasan lalu lintas orang dan barang. Karena itu, upaya pencegahan peredaran narkotika dinilai memerlukan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.

Editor: Radiman Lah

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA