SAMBAS, beritapresosi.com – Ketua DPW Independen Pembawa Suara Transparansi (INPEST) Kalimantan Barat, Radiman Lah, mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap pentingnya donor darah dalam momentum Hari Donor Darah Sedunia 2026.
Dalam momentum tersebut, Radiman Lah juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026 kepada seluruh pendonor darah sukarela, tenaga kesehatan, petugas medis serta pihak-pihak yang selama ini berkontribusi dalam aksi kemanusiaan melalui donor darah.
“Selamat Hari Donor Darah Sedunia 2026. Semoga semangat kemanusiaan dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat,” ucapnya.
Radiman Lah menegaskan, DPW INPEST Kalbar tidak hanya fokus terhadap isu kriminal ekonomi, dugaan korupsi maupun pengawasan terhadap potensi praktik KKN yang merugikan negara dan masyarakat, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap isu kemanusiaan, kesehatan publik dan kepentingan sosial masyarakat secara luas.
Menurutnya, kegiatan donor darah merupakan bentuk solidaritas nyata yang perlu terus dibangun sebagai budaya sosial di tengah masyarakat Kabupaten Sambas, karena bukan sekadar aktivitas sosial biasa, melainkan aksi kemanusiaan yang dapat menyelamatkan nyawa orang lain.
“Setetes darah yang kita donorkan mungkin terlihat kecil, tetapi bagi pasien yang membutuhkan, itu bisa menjadi harapan hidup,” ujar Radiman Lah, Minggu (14/6/2026).
Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Sambas yang menjadwalkan aksi donor darah massal dalam rangka memperingati Hari Donor Darah Sedunia 2026.
Meski demikian, Radiman menilai momentum kemanusiaan seperti ini perlu lebih digaungkan secara luas agar edukasi donor darah dapat menjangkau masyarakat lebih besar, khususnya generasi muda.
“Ke depan saya berharap kampanye donor darah tidak hanya bersifat seremonial tahunan, tetapi benar-benar menjadi gerakan sosial yang hidup di tengah masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, ketersediaan stok darah merupakan kebutuhan penting dalam pelayanan kesehatan, terutama bagi pasien operasi, korban kecelakaan, ibu melahirkan hingga penderita thalassemia yang membutuhkan transfusi rutin.
Karena itu, dirinya mendorong seluruh pihak, baik pemerintah daerah, rumah sakit, organisasi sosial, komunitas maupun masyarakat umum untuk bersama-sama membangun budaya donor darah sukarela dan berkelanjutan di Kabupaten Sambas.
“Semoga semangat kemanusiaan pada Hari Donor Darah Sedunia ini mampu meningkatkan kepedulian sosial kita semua terhadap sesama,” tutupnya.
Tidak ada komentar