Hotline News

Tembus Pedalaman Toba, Rapidin Simbolon Salurkan PIP Rp231 Juta untuk 452 Pelajar di Habinsaran

waktu baca 2 menit

Penulis: Ranto S

Editor: Liber Simbolon

Sabtu, 25 Jul 2026 05:15 15

 

Balige, Toba, BeritaPresisi.com – Perjalanan dari Balige menuju Kecamatan Habinsaran bukan sekadar berpindah dari pusat kabupaten ke wilayah pedalaman. Jalan yang berliku dan perbukitan menjadi saksi sebelum akhirnya tiba di Aula Serbaguna Kantor Camat Habinsaran, Kelurahan Parsoburan Tengah, Jumat (24/7/2026).

Sejak pagi aula telah dipenuhi ratusan orang tua, guru, dan pelajar. Sebagian siswa duduk di atas tikar sambil menggenggam map berisi dokumen persyaratan. Di sisi lain, para orang tua menunggu dengan sabar, berharap bantuan yang datang dapat meringankan beban biaya sekolah anak-anak mereka.

Usai menyerahkan bantuan traktor di Desa Hutagurgur, Kecamatan Borbor, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara sekaligus Anggota Komisi XIII DPR RI, Drs. Rapidin Simbolon, M.M., melanjutkan agenda dengan menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP).

Pada tahap ini, sebanyak 452 pelajar menerima bantuan dengan total dana sekitar Rp231 juta. Rinciannya: 376 siswa SD, 73 siswa SMP, 3 siswa SMK, dan 1 siswa SMA dari wilayah Borbor, Parsoburan, dan Habinsaran.

Meski berlokasi jauh dari pusat pemerintahan, proses penyaluran berlangsung sederhana dan tertib. Nama penerima dipanggil satu per satu sebelum bantuan diserahkan langsung.

Rapidin menjelaskan, bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI.

Menurutnya, meski tidak berada di komisi yang membidangi pendidikan, ia tetap berupaya memperjuangkan program yang menyentuh langsung masyarakat.

“Bantuan ini kami harapkan dapat membantu anak-anak tetap bersekolah dan meringankan beban orang tua,” ujarnya.

Di sela penyerahan, Rapidin menyapa dan menyemangati para pelajar agar terus belajar dan memanfaatkan bantuan untuk membeli seragam, buku, alat tulis, serta kebutuhan sekolah lainnya.

Mewakili orang tua dan guru, Ebendi Simanjuntak menyampaikan terima kasih atas perhatian yang sampai ke wilayah terpencil.

“Terima kasih kepada Bapak Rapidin yang terus berjuang untuk kami hingga daerah pedalaman ini,” katanya.

Ia berharap kuota penerima PIP pada tahap berikutnya dapat ditambah agar lebih banyak pelajar di kawasan pedalaman mendapat kesempatan yang sama.

Bagi banyak keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, bantuan ini memiliki arti lebih dari sekadar nominal. Di tengah biaya hidup yang terus naik, dana PIP menjadi napas bagi keberlanjutan pendidikan anak.

Di balik angka 452 penerima dan ratusan juta rupiah yang disalurkan, tersimpan harapan besar: agar anak-anak Toba di pedalaman tetap bisa mengejar cita-cita tanpa terhenti karena biaya. (Ranto S)

Penulis: Ranto S

Editor: Liber Simbolon

Sumber Foto: Biro Toba

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA