Hotline News

Eratkan Kebersamaan, Pomparan Nadeak Raja Boru Bere Doa Bersama dan Gelar Deklarasi di Sopo Bolon HKBP Pangururan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 6 Jun 2026 08:38 7

Foto Bersama : Doa Bersama dan Deklarasi Nadeak Raja Boru Bere

Pangururan – Suasana penuh kekeluargaan dan khidmat menyelimuti Gedung Sopo Bolon HKBP Pangururan saat keluarga besar Pomparan Nadeak Raja berkumpul dalam acara deklarasi yang berlangsung selama dua hari, Jumat dan Sabtu, 5–6 Juni 2026.
​Acara akbar ini mengusung tema yang sarat akan nilai luhur dan persaudaraan, yaitu “Marsitandaan, Marsihaholongan, Marsiurupan” (Saling Mengenal, Saling Mengasihi, Saling Membantu). Tema ini dipilih sebagai fondasi utama untuk mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh persatuan di antara seluruh keturunan (pomparan)Nadeak Raja, baik yang menetap di Bona Pasogit maupun yang datang dari perantauan.
​Rangkaian Acara Penuh Makna
​Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat kemarin diisi dengan berbagai agenda penting, mulai dari ibadah syukur, pelantikan pengurus, hingga diskusi bersama mengenai program kerja sosial dan kebudayaan ke depan.
​Klimaks acara yang berlangsung pada hari Sabtu ini menampilkan momentum deklarasi resmi yang disaksikan oleh para tokoh adat, penasihat, serta generasi muda (naposo) Nadeak. Suasana haru dan bangga terpancar saat seluruh hadirin menyanyikan lagu-lagu pujian dan ikrar bersama untuk saling menopang dalam kedamaian.

​”Melalui deklarasi ini, kita berharap seluruh pomparan Raja Nadeak tidak hanya sekadar tahu silsilah, tetapi benar-benar mempraktikkan hidup yang saling mengasihi dan siap mengulurkan tangan bagi sesama yang membutuhkan,” ujar salah satu tokoh Nadeak Raja Landong Nadeak, SH, MH pengacara senior ibukota.
Sambung Landong Nadeak yang juga Sekjend Parsadaan Pomparan Oppu Tuan Binur, Boru, Bere/ibebere Se-Indonesia ini,​komitmen Gotong Royong
​Dengan suksesnya acara ini, Pomparan Nadeak Raja Boru Bere berkomitmen untuk menjadikan semangat Marsitandaan, Marsihaholongan, dan Marsiurupan bukan hanya slogan di atas kertas, melainkan aksi nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam suka maupun duka.
​Acara ditutup dengan sesi foto bersama, makan siang bersama dengan sistem gotong royong yang hangat, serta ramah tamah antarkeluarga. (Liber Simbolon)

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA