Penulis: Ranto S
Editor: Liber Simbolon

Samosir, BeritaPresisi.com – Hujan dan jalan licin tak menyurutkan langkah anggota DPR RI Komisi XIII, Drs. Rapidin Simbolon, MM untuk menyalurkan bantuan Program Indonesia Pintar atau PIP di pelosok Kabupaten Samosir.
Memasuki hari kedua, Senin (21/7/2026), Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara itu mendatangi SD Negeri 13 Pananggangan II, Kecamatan Nainggolan. Sekolah di kawasan perbukitan itu hanya bisa diakses melalui jalan menanjak, berkelok, dan masih menyisakan lumpur pasca hujan.
Di SD Negeri 13 Pananggangan II, sebanyak 48 siswa menerima bantuan PIP. Sebelumnya, Rapidin juga telah menyerahkan bantuan di 3 sekolah lain pada hari yang sama, yaitu :
1. Yayasan Perguruan SD Advent Simbolon, Palipi : 42 siswa
2. SD Negeri 13 Pallombuan, Palipi : 48 siswa
3. SD Negeri 18 Urat II, Palipi : 59 siswa
Sehari sebelumnya, Minggu (20/7/2026), penyaluran juga telah dilakukan di 6 kecamatan: Pangururan, Ronggur Nihuta, Harian, Sianjur Mula-Mula, Sitio-tio, dan Simanindo.
Penyambutan dilakukan sederhana di bawah tenda untuk berteduh dari hujan. Orang tua, guru, dan siswa berdiri membawa map berisi fotokopi KK sebagai syarat administrasi. Satu per satu nama penerima dipanggil.
Rapidin berpesan agar dana bantuan digunakan sepenuhnya untuk kebutuhan pendidikan anak.
“Karena merekalah masa depan kita yang akan memperbaiki kampung ini, bahkan negara kita. Orang Batak punya petuah, _’ikkon tubu ma ihan sian pora-pora’_ artinya mereka adalah harapan kita. Begitulah harapan kita kepada anak-anak Samosir,” katanya.
Pada tahap ini, Rapidin membawa alokasi PIP senilai Rp345,45 juta untuk 550 pelajar SD, SMP, dan SMA se-Kabupaten Samosir. Rinciannya :
– 430 siswa SD : Rp450.000 per siswa. Total Rp193,5 juta
– 61 siswa SMP : Rp750.000 per siswa. Total Rp45,75 juta
– 59 siswa SMA : Rp1.800.000 per siswa. Total Rp106,2 juta
Menurutnya, kuota tahun ini lebih terbatas akibat penyesuaian anggaran negara.
“Yang bisa kami perjuangkan pada tahap ini sebanyak 550 penerima. Anggaran negara memang sedang tidak baik sehingga kami harus berebut memperjuangkannya. Mudah-mudahan bantuan ini bisa sedikit meringankan biaya pendidikan anak-anak kita,” ujarnya.
Meski bertugas di Komisi XIII yang tidak membidangi pendidikan, Rapidin menyebut alokasi ini diperoleh melalui koordinasi lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan DPR RI.

“Ini kami perjuangkan lintas komisi bersama Fraksi PDI Perjuangan. Bukan hanya pendidikan, tetapi juga program-program lain yang menyangkut kepentingan masyarakat, termasuk sektor pertanian,” katanya.
Di tengah tekanan ekonomi, bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan orang tua untuk membeli perlengkapan sekolah dan seragam anak.
Kehadiran Rapidin di sekolah pelosok menjadi bukti bahwa program pemerintah harus sampai ke tangan yang membutuhkan, tanpa terhalang jarak dan cuaca. (Ranto.S)
Penulis: Ranto S
Editor: Liber Simbolon
Sumber Foto: Biro Samosir
Tidak ada komentar