Hotline News

DPRD KALTIM DORONG SKEMA KHUSUS BBM BERSUBSIDI UNTUK ARMADA RELAWAN PEMADAM KEBAKARAN DAN AMBULANS

waktu baca 3 menit
Jumat, 5 Jun 2026 14:52 10

Hasil Reses H. Fuad Fakhruddin Ungkap Kendala Operasional Relawan Kemanusiaan, Minta Pertamina dan Pemerintah Hadir Memberikan Solusi Konkret

SAMARINDA – BeritaPresisi.com

Ketersediaan dan kemudahan akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi armada relawan pemadam kebakaran dan ambulans menjadi salah satu aspirasi penting yang mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, H. Fuad Fakhruddin, S.Pd.I., M.M.

Aspirasi tersebut disampaikan sejumlah organisasi relawan yang selama ini bergerak di bidang penanggulangan kebakaran, pelayanan kesehatan darurat, serta kegiatan kemanusiaan lainnya. Mereka mengeluhkan masih adanya hambatan dalam memperoleh BBM bersubsidi untuk menunjang operasional armada yang digunakan membantu masyarakat.

Menurut Fuad, persoalan tersebut tidak dapat dipandang semata sebagai isu distribusi energi, melainkan berkaitan langsung dengan efektivitas pelayanan kemanusiaan dan respons kedaruratan di tengah masyarakat.

“Relawan pemadam kebakaran dan ambulans memiliki peran yang sangat vital. Mereka sering kali menjadi pihak pertama yang hadir saat terjadi kebakaran, kecelakaan lalu lintas, maupun kondisi darurat lainnya. Karena itu, dukungan terhadap operasional mereka perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Fuad.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar armada relawan beroperasi secara swadaya dengan dukungan dana yang terbatas. Tidak sedikit organisasi relawan yang mengandalkan iuran anggota dan bantuan masyarakat untuk menjaga keberlangsungan layanan mereka.

Dalam praktiknya, sejumlah armada relawan mengalami kendala ketika melakukan pengisian BBM bersubsidi karena harus memenuhi berbagai persyaratan administrasi yang berlaku dalam sistem pendistribusian saat ini. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi mobilitas dan kesiapsiagaan armada ketika dibutuhkan dalam situasi darurat.

Fuad menilai keberadaan relawan telah menjadi bagian penting dari sistem perlindungan masyarakat di Kalimantan Timur. Kontribusi mereka selama ini terbukti membantu pemerintah dalam mempercepat penanganan berbagai kejadian yang membutuhkan respons cepat.

“Ketika terjadi musibah, masyarakat membutuhkan pertolongan secepat mungkin. Oleh karena itu, armada yang digunakan untuk kepentingan kemanusiaan harus mendapatkan dukungan yang memadai agar tidak terkendala dalam menjalankan tugasnya,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut atas aspirasi yang diterima selama reses, Fuad mendorong adanya koordinasi dan pembahasan bersama antara pemerintah daerah, PT Pertamina (Persero), serta organisasi relawan guna merumuskan mekanisme khusus yang dapat memberikan kemudahan akses BBM bersubsidi bagi armada kemanusiaan.

Menurutnya, sejumlah opsi dapat dipertimbangkan, seperti registrasi khusus kendaraan relawan, pemberian kuota tertentu, maupun sistem verifikasi yang mampu memastikan subsidi tetap tepat sasaran sekaligus mencegah potensi penyalahgunaan.

Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut harus dirancang secara akuntabel, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku sehingga tidak menimbulkan persoalan baru dalam pelaksanaannya.

“Yang kita dorong adalah solusi yang adil dan terukur. Negara harus hadir memberikan dukungan kepada para relawan yang selama ini telah mengabdikan tenaga, waktu, bahkan sumber daya pribadi mereka untuk membantu masyarakat,” katanya.

Fuad menambahkan bahwa aspirasi tersebut akan terus diperjuangkan melalui jalur komunikasi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti menjadi kebijakan yang memberikan manfaat nyata bagi pelayanan publik.

Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kedaruratan dan tingginya mobilitas armada kemanusiaan di berbagai daerah, dukungan terhadap operasional relawan dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem perlindungan masyarakat. Karena itu, harapan akan adanya skema khusus akses BBM bersubsidi bagi armada pemadam kebakaran dan ambulans kini menjadi perhatian yang menunggu langkah konkret dari para pemangku kebijakan.

(Redaksi BeritaPresisi.com)

Tag Terkait

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA